Mariati Atkah (l. 1987)Menerina, Senja Merah Saga ketika koli-koli meninggalkan pantaimenceraikan bayang-bayang panjangpepohonan kelapa, saat itu puladi Menerinasenja mengupas matanya di ujung dermagadua punggung sedang menghitunganak-anak gelombang dan kekosonganyang tiba-tiba […]
Puisi: Kaluku – Mariati Atkah (l. 1987)
Mariati Atkah (l. 1987)Kaluku sebagai batang, ia teguhbertahan dari musim yang meracausampai kelak tubuhnya rubuhlalu tumbuh jadi tiang, lantai, dan pintujadi meja dan bangku-bangku sebagai buah, takdirnya adalah jatuhpatuh pada […]
Puisi: Tersesat di Tanah Orang – Aliurridha
Aliurridha Tersesat di Tanah Orang ini waktunya!tembak para pencuri itu! pucuk senapan mengarahke kebun kecil belakang rumahaku menunggu badai yang mungkin datangmonyet-monyet itudi bawah daun pisang yang bergoyangoleh deru angin […]
Puisi: Jefri Wandikbo, Jayapura – Yona Primadesi
Yona Primadesi (l. 1983)Jefri Wandikbo, Jayapura Siapa yang mau tahusoal perjalananmu?siapa yang mau tahutentang cinderamata untuk ibumu?mereka sebut itu sebagai pelarianmereka hanya menginginkan buktiyang tak ada selama ini. Itu bukanlah […]
Puisi: Candi – Warih Wisatsana (l. 1965)
Warih Wisatana (l. 1965)Candi Candi. Bayangan candiGugusan waktu lampauyang menggenangi dirimu Terpaku di situ diriku, patung letihyang tidur dengan mata layu terbukadan mulut pucat menganga Terpahat dalam prasastisegalanya seolah abadidi […]
Puisi: Mitomania – Warih Wisatsana (l. 1965)
Warih Wisatsana (l. 1965)Mitomania Yang paling jenaka adalah dirikusetiap petang mengunjungi semua orangmembayangkan mereka sebagai dindingatau selembar cermin berbagi murung Mereka merasa pangeran budimansamaran rubah gunung yang lembut hatiSeakan sungguh […]
