Angga Wijaya (l. 1984) Seusai Perayaan Pesta telah usai. Simpan puja-puji yang kau terima, itu cambuk melecut kreativitas, bisa juga menjadi candu; kau menatap bayangmu sendiri dan jatuh cinta padanya. […]
Puisi: Lorong – Angga Wijaya (l. 1984)
Angga Wijaya (l. 1984) Lorong /1/ Aku datang, senantiasa. Bicara tentang hari terlewati, juga kenangan yang berlalu seperti angin. Terluka oleh waktu yang menelikung diam-diam. Nasib? Entahlah Kita adalah penulis […]
Puisi: Sayang, Mari Belanja ke Pasar 16 Ilir – T. Wijaya (l. 1970)
T. Wijaya (l. 1970) Sayang, Mari Belanja ke Pasar 16 Ilir Harga diri kita masih ada. Mari belanja ke Pasar 16 Ilir. Beli ½ kilogram ikan gabus, bungkus dengan t-shirt […]
Puisi: Indonesia – T. Wijaya (l. 1970)
T. Wijaya (l. 1970) Indonesia Aku harus percaya dan mempertahankan keluarga yang dikocok dalam sebungkus mi instan, setelah aku berkelahi dengan semua lelaki di beberapa kantor yang memberi gaji; beberapa […]
Puisi: Dari Kami – S.M. Ardan (1932-2006)
S.M. Ardan (1932-2006) Dari Kami Bendera dari sobekan hati janda dan yatim Di tiang dari tulang-tulang dilorengi-merah darah Di tiang dari tulang-tulang dilorengi-merah darah Dikibari pelepasan nyawa-nyawa harus mau rela […]
Puisi: Perjalanan – S.M. Ardan (1932-2006)
S.M. Ardan (1932-2006) Perjalanan Aku salah satu penumpang kereta-api dari dan ke satu jurusan Seperti juga yang lain: bermata sangsi, belum punya pegangan Berasak-asakan, duduk diikat benda mati, gantungan harap […]
