Meidy Loekito (l. 1962) Surat Cinta akan kutanam pokok-pokok melati di hatiku dan kuantar bunga-bunganya kepada hatimu (Feb. 1997) Sumber: Selendang Pelangi (IndonesiaTera, 2006)
Puisi: Di Hadapan Pedagang Panci Keliling – Ramoun Apta (l. 1991)
Ramoun Apta (l. 1991) Di Hadapan Pedagang Panci Keliling Dengan peribahasa yang lunak Lidah ketimbang tahi gigi, Kau bisikkan tentang panci baru ke telingaku. Lalu gemuruh pesta seakan menemu goyang […]
Esai: Doa Puisi Purnama Sari: Kompleksitas dalam Kelembutan
Oleh Hasan Aspahani TUBUH puisi sebagai teks punya daya tarik antara lain karena ia – seperti material spons – menyerap dan menyimpan lebih banyak makna daripada apa yang tampak terbaca […]
Puisi: Aku dan Debu – Taslim Ali (1916- …)
Taslim Ali Aku dan Debu Aku jelajah ini kota, simpang-siur jalannya. Tampak tangis darah dan daging, mengeluh jatuh ke debu: Bertemu debu dan debu. Aku jelajah gunung dan lembah: debu […]
Puisi: Pinggir Sawah – Trisno Sumardjo (1916-1969)
Trisno Sumardjo (1916-1969) Pinggir Sawah Kalau kita lintasi jalan yang lengang Di mana batang bambu melunglai lemah Bagai tanglung alam mengulur salam, Kita dengarkan sambil melenggang lalu Lenguh lembu di […]
Puisi: Cintaku Tumbuh dengan Lambat – Trisno Sumardjo (1916-1969)
Trisno Sumardjo (1916-1969) Cintaku Tumbuh dengan Lambat Cintaku tumbuh dengan lambat tapi bila sudah berakar, dia menetap Rinduku tumbuh dengan lambat, tapi bila sudah turun, dia mengendap Matahari timbul dengan […]
