H.B. Jassin (1917-2000) Di tempatku terpencil jauh terasing Kudengar suaramu penyanyi radio Engkau menghibur hati dan jiwa Orang yang sakit badan merana Di tempatku terpencil jauh terasing Kubaca madahmu, wahai […]
Puisi: Jembatan Tua – Toto Sudarto Bachtiar (1929-2007)
Toto Sudarto Bachtiar (1929-2007) Sudah begitu lama, masih juga aku lalu Berapa banyak kaki telanjang dan bersepatu Menggetarkan tangan-tangannya Yang siang begitu menyala dan malam begitu biru Bergandengan tangan kadang […]
Puisi: The Beginning of The End – Sitor Situmorang (1923-2014)
Sitor Situmorang (1923-2014) Sekira pertemuan ini dapat dipisah dari sepi pernikahan gerak dan mati, kaulah isengku yang menghamilkan dan keperawanan yang tahu. Tapi bila pandangmu mendapat warna rambutku, akan berulang […]
Puisi: Rumah- Sitor Situmorang (1923-2014)
Sitor Situmorang (1923-2014) Laut dan darat tak dapat lagi didiami Benahilah kamar di hatimu Atau – mari diam dalam rumahku, Bumi yang tak berumah satu Atau – tahanlah sendiri (Lama […]
Tentang Bob Dylan, Hadiah Nobel, dan Pelecehan Sastra
Jann S. Wenner: Sering ketemu Allen Ginsberg? Bob Dylan: Tak terlalulah. Tak terlalu sering. Jann S. Wenner: Menurut Anda seberapa besar dia berpengaruh pada penulisan lagu Anda? Bob Dylan: Saya […]
Puisi: Dibawa Gelombang – Sanusi Pane (1905-1968)
Sanusi Pane (1905-1968) Alun membawa bidukku perlahan Dalam kesunyian malam waktu Tidak berpawang tidak berkawan Entah kemana aku tak tahu Jauh di atas bintang kemilau Seperti sudah berabad-abad Dengan damai […]
Puisi: Orang Penghabisan – Rivai Apin (1927-1995)
Rivai Apin (1927-1995) untuk Chairil Anwar Aku menyerah dengan seluruh kekayaanku: Kekinian dan keakanan. Pada kursi panjang Di kamar terang samar pada senja Dengan rokok berkepulan di tangan. Hari-hari aku […]
Puisi: Dari Dua Dunia Belum Sudah – Rivai Apin (1927-1995)
Rivai Apin (1927-1995) Pagi ini aku dengar beritanya, Aku ke jalan Orang-orang jualan dan hendak pergi kerja menepi-nepi Oto-oto kencang, berat dengan serdadu-serdadu dan tank-tank tak dapat digolakkan Ada […]
Puisi: Sajak yang Tak Peduli – Subagio Sastrowardoyo (1924-1995)
Subagio Sastrowardoyo (1924-1995) sajak yang dewasa sudah tak peduli apakah aku menangis atau ketawa di muka cermin aku tak mengenal lagi ia bayangan siapa setiap hendak kutangkap ia lolos dari […]
