Adri Sanda ke manakah ia, selalu saja ia menatap sungai setiap buih yang menggelembung, setiap yang hanyut terapung seperti ada yang menunggu di seberang, mungkin harapan atau juga hujan “tak […]
Puisi: Septuaginta – Adimas Immanuel (l. 1991)
Adimas Immanuel (l. 1991) Septuaginta Seekor tikus hitam menggondol sebuah kata yang jatuh di lantai pesta. Ia seret sekerat kemudian dan dibawa ke sarangnya. Ia telah lunaskan yang tak terjemahkan. […]
Puisi: Penyamaran Busana – Kiki Sulistyo
: Auguste Soesastro tubuh tumbuh dengan caranya sendiri karenanya tak kubuat garis di lengan ini cuma bagian lurus dan tembus melewati tangan di bawah bayangan benang benang yang tenang menyamar […]
Puisi: Anak-Anak Tembakau – Jamal D. Rahman
Jamal D. Rahman kepada petani tembakau di madura kami anak-anak tembakau tumbuh di antara anak-anak batu nafas kami bau kemarau campur cerutu bila kami saling dekap, kami berdekapan dengan tangan […]
Puisi: Amsterdam Blues – Arrahmaiani
Arrahmaiani Di rambutku kusut Bertebar rasa takut Bergelinjang mengerang Sepanjang malam Berselimut gemerlap lampu Kekasihku, Hujan dingin turun Basahi kepedihanku yang batu Cucurannya aliri Kesepian beku Di kanal-kanal dosa Gang-gang […]
Puisi: Toko Buku vs Kota – Amien Wangsitalaja (l. 1972)
Amien Wangsitalaja (l. 1972) Amien Wangsitalaja seseorang sebab asa ketuhanan mendengkur di sudut teka-teki referensi-referensi glamour ini kotaku terbaca oleh atlas kumal beberapa ruasnya menyisa tembok tua yang mengelupas berberita […]
Puisi: Dunia Manusia – Toto ST Radik
Toto ST Radik dunia manusia terlalu membosankan. terlalu daging: mudah busuk dan berulat dengan bau yang enggan hilang terlalu banyak mulut di kepalanya yang kecil. membual di panggung menjual sorga […]
Puisi: Aku Ingin Menjadi Batu di Dasar Kali – Kriapur (1959-1987)
Kriapur (1959-1987) Aku ingin menjadi batu di dasar kali Bebas dari pukulan angin dan keruntuhan Sementara biar orang-orang bersibuk diri Dalam desau rumput dan pohonan Jangan aku memandang keluasan langit […]
Puisi: Kupahat Mayatku di Air – Kriapur (1959-1987)
Kriapur (1959-1987) kupahat mayatku di air namaku mengalir pada batu dasar kali kuberi wajahku pucat dan beku di mana-mana ada tanah ada darah mataku berjalan di tengah-tengah mencari mayatku sendiri […]
