Jamal T Suryanata (l. 1966) Sajak Orang-orang di Sebuah Ruang-Waktu tak tahu basah itu telah kembali kepada hujan karenanya kusinggung sedikit lagi tentang cahaya lalu dari suatu keraguan muncul seribu […]
Puisi: Hei, Kalian yang di Bawah – Frans Nardjira (l. 1942)
Frans Nardjira (l. 1942) Hei, Kalian yang di Bawah Seperti kalian kami pun bergerak di bawah langit. Kami memiliki kediaman pancang arah angin di atas bukit pucuk-pucuk daun dalam […]
Puisi: Sahabat – Amarzan Ismail Hamid (l. 1941)
Amarzan Ismail Hamid (l. 1941) Sahabat Tentang GM setelah selang sehari burung-burung pun terbang mencari sarang – di negeri yang hilang kita tak pernah sungguh-sungguh pulang – tak pernah dari […]
Puisi: Setelah Petang – Adimas Immanuel (l. 1991)
Adimas Imanuel (l. 1991) Setelah Petang “Pulanglah, berdamailah,” kata sebuah suara petang ini. Suara yang terbang rendah setelah angin kota bersijingkat ke arah hutan dan wangi cemara tak menghapus bau […]
Puisi: Ijab Kabul – Royyan Julian (l. 1989)
Royyan Julian (l. 1989) Ijab Kabul Pagi itu ia tidak kuasa melihat matamu ketika kau mengucap sumpah perkawinan. Ia hanya sanggup melihat punggungmu dan berpura-pura turut berbahagia. Sudah cukup lama […]
Puisi: Cincin Perkawinan di Dalam Sepatu – Royyan Julian (l. 1989)
Royyan Julian (l. 1989) Cincin Perkawinan di Dalam Sepatu Sejak kamu pergi, rumah ini tampak semakin tua. Ia seperti tak rela melihatku hidup sendirian. Tak ada apa pun yang menunjukkan […]
