Esha Tegar Putra di ladang kita berpandang, bersahutan suara, saling berebut tali puisi. ladangku rumpang ladangmu lempang. hah, jadinya aku cuma bertanam rumput gajah. biar dijarah perempuan malang yang di […]
Puisi: Langit – Novy Noorhayati Syahfida
Novy Noorhayati Syahfida kita saling berebut singgah duduk di antara tepian langit memandang hujan yang tercurah ada semacam nganga luka yang menjerit pedih, namun tak juga jera kau masih bertahan […]
Puisi: Desa Palasari, Jembrana – Made Adnyana Ole (l. 1968)
Made Adnyana Ole (l. 1968) Desa Palasari, Jembrana Segala kesejukan terbendung di sini Waduk bundar bulan Menganga seluas pikiran! Terbendung di sini, Seragam darah yang jemu. Beragam doa yang tak […]
Puisi: Desis Hari Minggu – Heru Mugiarso
Heru Mugiarso Aku pernah lahir sebagai ular Pada hari minggu Lalu tumbuh bersama lidah dan desis meski tanpa menyisakan air liur di sudut sudut mimpiku Maka ketika kali ini aku […]
Puisi: Perempuan yang Tertawan di Sepucuk Jambi di Perjalanan Malam 16 – Ramayani Riance
Ramayani Raince Aku perempuan yang tak lagi perawan oleh tuan yang dermawan aku melihat langit begitu terang melayangkan angan yang terbang tapi matahari begitu terik dalam riang yang ingin kugapai […]
Puisi: Molto Allegro – Cecep Syamsul Hari
Cecep Syamsul Hari Seperti Neruda lelah menjadi manusia, malam itu aku pergi dan memanggil taksi. Ke mana? Ke mana saja, jawabku. Aku pun lewat di depan rumahmu. Namun telah lama […]
Puisi: Episode Terakhir dari Kenangan – Cecep Syamsul Hari
Cecep Syamsul Hari Ketika waktu berhenti, kota-kota menghapus jejak airmatamu dengan keheningan kenangan. Aku tak lagi mampu mengingat kapan kisah cinta itu dimulai, kapan selesai. Barangkali pada sebuah senja di […]
Puisi: Selendang – Linus Suryadi AG
Linus Suryadi AG Kau sampirkan selendang ke samping kiri pundakmu Kau sampirkan menyilang lipatan dukacita hidupmu Di balik lipatan selendang rindu belaian pun tersimpan Citra harap menjelma roman Wara Sembadra […]
Puisi: Karam – Ajamuddin Tifani (1951-2002)
Ajamuddin Tifani (1951-2002) aku ingat kamu, sebab, bukanlah laut namanya jika kau tak membiarkan perahu berkaraman pada lenguh-lunglaiku, pada puncak ketinggian aku kenang biru jubahmu yang menjelma gelombang laut, tempat […]
