Rida K Liamsi Kepada Idrus Seekor lumba-lumba yang ngembara dari beting ke beting, dari teluk ke teluk, satu ketika akan lelah dan mengapung di puncak alun. Angin timur, alangkah […]
Puisi: Hanya Dalam Puisi – Ajip Rosidi
Ajip Rosidi Dalam kereta api Kubaca puisi: Willy dan Mayakowsky Namun kata-katamu kudengar Mengatasi derak-derik deresi. Kulempar pandang ke luar: Sawah-sawah dan gunung-gunung Lalu sajak-sajak tumbuh Dari setiap bulir peluh […]
Puisi: Lirisme Buah Apel yang Jatuh ke Bumi – Aslan Abidin
Aslan Abidin Pada suatu tengah malam, seusai menikmati gravitasi di atas tubuhmu, kita bercerita tentang newton dan buah apel yang jatuh ke bumi. “Jangan tinggalkan aku, apalagi di bumi ini,” […]
Penyair: Darah dan Mantra Sutardji Calzoum Bachri
“SAJAK Sutardji menuntut permenungan yang dalam dan persediaan imajinasi yang kaya. Dunia sajak-sajaknya begitu kompleks, tidak bisa dirumuskan secara sederhana,” kata penyair Abdul Hadi WM, setelah membaca lagi sajak-sajak sahabatnya […]
Puisi: Laut – Abdul Hadi WM
Abdul Hadi WM Dan aku pun memandang ke laut yang bangkit ke arahku selalu kudengar selamat paginya dengan ombak berbuncah-buncah dan selamat pagi laut kataku pula, siapa bersamamu menyanyi setiap […]
Penyair: Imaji dan Permainan Makna Sapardi Djoko Damono
SEBAGAI penanda usianya yang panjang, yang pada tahun 2015 mencapai tiga perempat abad, Sapardi menerbitkan buku puisi Melipat Jarak. Buku itu berisi 75 sajak yang dipilih olehnya dan Hasif Amini. Sapardi adalah […]
Puisi: SEMINAR PUISI DI SELAT SUNDA – Afrizal Malna
Afrizal Malna Untuk Goenawan Mohamad Sebuah meja malam dari kayu, bekas puntung rokok yang hangus di permukaannya. Kita makan bersama. Malam yang samar-samar di tengah kota. Sebuah revolusi yang berganti […]
Puisi: Sajak Burung-Burung Kondor – Rendra (1935-2009)
Rendra (1935-2009) Angin gunung turun merembes ke hutan, lalu bertiup di atas permukaan kali yang luas, dan akhirnya berumah di daun-daun tembakau. Kemudian hatinya pilu melihat jejak-jejak sedih para petani […]
Puisi: Elegi – Asrul Sani (1927-2004)
Asrul Sani (1927-2004) Ia yang hendak mencipta, menciptalah atas bumi ini. Ia yang akan tewas, tewaslah karena kehidupan. Kita yang mau mencipta dan akan tewas akan berlaku untuk ini dengan […]
