Rida K Liamsi Kepada: Thab Ada ketika kita menjadi seperti kelekatu Terbang dari lampu ke lampu Dari pintu ke pintu Dan akhirnya terdampar di bawah bangku Tapi tak ada yang […]
Esai: Tentang Sajak, Penyair, dan Dua Sajak Sitok
Hasan Aspahani APAKAH sajak? Sajak adalah apa yang diunggun-timbun jadi rumah. Kata Chairil Anwar, “Kaca jernih dari luar segala tampak.” Bagi Subagio Sastrowardoyo, sajak adalah apa yang lahir setelah ‘malam […]
Puisi: Perhitungan – Sitor Situmorang (1923-2014)
Sitor Situmorang (1923-2014) Buat Rivai Apin Sudah lama tidak ada puncak dan lembah Masa lempang-diam menyerah dan kau tahu di ujung kuburan menunggu kesepian Aku belum juga rela berkemas […]
Puisi: Penjual Celana – Joko Pinurbo
Joko Pinurbo Konon ia seorang veteran, bekas pejuang kemerdekaan, sehari-hari bergiat sebagai pedagang celana di sebuah pasar di dekat kuburan di pinggiran kota. Orang-orang sangat suka membeli celana bikinannya karena […]
Puisi: Dialog Bukit Kemboja – D. Zawawi Imron
D. Zawawi Imron Inilah ziarah di tengah nisan-nisan tengadah di bukit serba kemboja. Matahari dan langit lelah Seorang nenek, pandangannya tua memuat jarum cemburu menanyakan, mengapa aku berdoa di kubur […]
Penyair: Dalamnya Tikam Tempuling Rida K. Liamsi
H. RIDA K LIAMSI, lahir di Dabosingkep, Provinsi Kepulauan Riau, 17 Juli 1943. Rida K Liamsi yang bernama asli Ismail Kadir ini pernah menjadi Guru Sekolah Dasar pada rentang tahun […]
Wawancara: Maman S. Mahayana – Puisi Bukan Sekadar
MAMAN S. Mahayana, anggota dewan juri Anugerah Buku Hari Puisi Indonesia 2014, diwawancarai oleh Sastra Digital, tentang penjurian, proses pemilihan buku, puisi Indonesia, kepenyairan, harapan pembaca, dan lain-lain. Berikut petikannya: Bagaimana […]
Esai: Kredo Puisi – Sutardji Calzoum Bachri
Sutardji Calzoum Bachri Kata-kata bukanlah alat mengantarkan pengertian. Dia bukan seperti pipa yang menyalurkan air. Kata adalah pengertian itu sendiri. Dia bebas. Kalau diumpamakan dengan kursi, kata adalah kursi itu […]
Puisi: Kembalikan Indonesia Padaku – Taufiq Ismail
Taufiq Ismail Hari depan Indonesia adalah dua ratus juta mulut yang menganga, Hari depan Indonesia adalah bola-bola lampu 15 wat, sebagian berwarna putih dan sebagian hitam, yang menyala bergantian, Hari […]
