Luthfi Mardiansyah (l. 1991)Surah Alam Tentang khusyu, tanyakan pada batu-batu, pada diamnya yangmerdu, zuhud yang tak diumbar. (1) Tentang kidung, tanyakan pada burung-burung, pada pangkur pagi di ranting, memberkahi hari […]
Puisi: Menjadi Senyap – Luthfi Mardiansyah (l. 1991)
Luthfi Mardiansyah (l. 1991)Menjadi Senyap — sesaji kepada diri sendiri Aku ingin mencatat sesuatu sebelum aku tak dapat lagimengingat apa-apa; adalah sepasang mataMu, rubimatahari merah jambu, tergelincir di lekuk […]
Puisi: Dorothea – Luthfi Mardiansyah (l. 1991)
Luthfi Mardiansyah (l. 1991)Dorothea Seorang sais unta,pada suatu pagimemasuki Dorotheadan mendapati empat menaramencium langit alumunium. Dulu aku datang ke kota inimanakala musim semi,dan jembatan-jembatan itu belum mati.Parit di bawahnya mengalirdengan […]
Puisi: Hesti Bulan Juni – Maulidan Rahman Siregar (l. 1991)
Maulidan Rahman Siregar (l. 1991)Hesti Bulan Juni Hesti tak pernah jadi abaditak pernah selesai ditulispuisi selalu ada kurangnyalagu-lagu nyaring kali sumbangnyacerpen makin panjang-panjangnovel selesai pada bab duabuku-buku dijual murahsudah murah, […]
Puisi: Wajahmu – Maulidan Rahman Siregar (l. 1991)
Maulidan Rahman Siregar (l. 1991)Wajahmu Kau kuunduh, kekasihmenembus kabel, masuklewat colokan USB, menjadilayar hidup, menari. Wajahmu adalah alasankenapa siaran tiviharus dijauhkan. Mengagumimu dari pagihingga malam. Sepertiapa puisi harus duduk diam? […]
Puisi: Kawanku, Tuan N.N. – Polanco Surya Achri (l.1998)
Polanco Surya Achri (l.1998)Kawanku, Tuan N.N. Alismu yang tebal adalah hutan. Hitam layaknya malam.Membuat orang yang memandangnya jatuh dan menemukansepasang bola mata yang gemar memandangi langit dan lautan. Butuh waktu […]
Puisi: Di Masjid – Polanco Surya Achri (l. 1998)
Polanco Surya Achri (l. 1998)Di Masjid Kita dulu kerap berlomba, berteriak “amin” paling keras dan kencang saat menghadap-Nya. Dan kita amat suka saat dimarahi orang-orang itu, lalu senyum-senyum sendiri saat […]
Puisi: Pertanyaan Seorang yang Bukan Penyair – Polanco Surya Achri (l. 1998)
Polanco Surya Achri (l. 1998) Pertanyaan Seorang yang Bukan Penyair Jika penyair masuk surga, apakah ia akan tetap menulis puisi?Saya penasaran. Tuhan, izinkan saya masuk ke sana. Maret, 2018 Sumber: […]
Puisi: Kota Putih – Ahda Imran (l. 1966)
Ahda Imran (l. 1966)Kota Putih Aku melihatmu di sebuah kotayang menjadi putih. Ketika gelapbersalin lidah dengan terang. Ketikaorang-orang menemukan sisik ulardi bawah bantal, sajadah, dan altar Bagai lebah mereka berkerumun—memasuki […]
