Sanento Yuliman (1941-1992)Pertempuran Subuh serentetan tembakan – kemudian sepisebuah ledakan:sunyi kembali di timurderetan awan:lengkus alis yang kelamhorison yang senyyapseperti mata yang pejamanginnapas yang dalam tiba-tiba langit mengangkatpelupuknya, dan nyala terbuka, […]
Puisi: Dari Besakih – Sanento Yuliman (1941-1992)
Sanento Yuliman (1941-1992)Dari Besakih gunung dari semua gunungbersidekap agungketika di langit hanya biruhanya sunyi yang satu jauh di bawah lambaian kelapadan jauh laut tertawadan dekat hanya hati kitamendegup-degupkan dukaketika harum […]
Puisi: Lyrik – Yunus Mukri Adi (l. 1941)
Yunus Mukri Adi (l. 1941)Lyrik di pantai, Marlin, engkau dan aku menuntas jamlaut tegang. Hampir menyiapkan praharaMenghimpun camar. Membagal bandarKabut limbur. Membenam lampu menara. Ada guruh. Tangkas menggelegarAda semenanjung membersihkan […]
Puisi: Dalam Kemarau Terlampau Panjang – Yunus Mukri Adi (l. 1941)
Yunus Mukri Adi (l. 1941)Dalam Kemarau Terlampau Panjang Di ladang kemarau terlampau panjangMatahari mengelam.Angin menghimpun perbekalan.Melarikan kicir-kicirSeekor ular kecil, nampaknya: takut terpencil.Pohonan kates di huma. Tinggal batangnya yang miskinAnak-anak gembala. […]
Puisi: Sebuah Kapak, di Atas Tiang Gantungan – Sides Sudyarto DS (1942-2012)
Sides Sudyarto DS (1942-2012)Sebuah Kapak, di Atas Tiang Gantungan Sebuah kapak tergantung tinggi-tinggiDari lukanya terus mengucur darahLeher dan kepala sudah tiada lagiSudah lama terpisah. Tetapi tampaknya tiang gantungan itu masih […]
Puisi: Seekor Anak Angsa, Mati di Tiang Gantungan – Sides Sudyarto DS (1942-2012)
Sides Sudyarto DS (1942-2012)Seekor Anak Angsa, Mati di Tiang Gantungan Seekor anak angsa terus menyanyiWalau lehernya terjerat eratDi tali tiang gantunganYang hampir memenggal batang lehernya Induknya, telah dipotong sejak ia […]
