• Mata Puisi
  • Vlog Juru Baca
  • Arsip Horison 1966 – 1990
Antologi Hari Puisi

Menu

Skip to content
  • Beranda
    • Esai
    • Buku
    • Puisi
    • Penyair
    • Wawancara
  • Antologi Tumbuh
  • Situs Bagus
  • Daftar (sementara) Penyair

Puisi: Sejumlah Tempat, Bayanganmu Sekelebat – Ready Susanto (l. 1967)

Posted on 23 Agustus 202023 Agustus 2020 by Editor

Ready Susanto (l. 1967)Sejumlah Tempat, Bayanganmu Sekelebat /1/ Bandaradi gerbang mana engkau menunggu?sudah kukenakan rinduagar tak salah engkau menjemputku /2/ Cisangkuyalangkah bergairah: kataalangkah indah: kita /3/ Kafesejak kapan kita saling […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, ready susanto Leave a comment

Puisi: Perjalanan Lama: Stasiun Frankfurt – Ready Susanto (l. 1967)

Posted on 23 Agustus 202023 Agustus 2020 by Editor

Ready Susanto (l. 1967)Perjalanan Lama: Stasiun Frankfurt Angin kelabu, desisnya di luar napas. Jalanan beku, keretaberderak, orang-orang berlalu. Siapakah aku? Di tengah cuacahampir-hampir salju, asap sigaret tak pernah bisa kutahu. […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, ready susanto Leave a comment

Puisi: Menulis Lagi Sajak – Ready Susanto (1967)

Posted on 23 Agustus 202023 Agustus 2020 by Editor

Ready Susanto (1967)Menulis Lagi Sajak menatap bunga yang bermekarandan cericit burung beterbangandalam derai hujan tipis-tipis kutemukan lagi kenangandan cinta remaja yang setiadalam surat dan buku harianyang terbengkalai: wahai, betapa murninya! […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, ready susanto 1 Comment

Puisi: Album Lama: Dipati Ukur No. 68 – Ready Susanto (l. 1967)

Posted on 23 Agustus 202023 Agustus 2020 by Editor

Ready Susanto (l. 1967) Album Lama: Dipati Ukur No. 68 –Republic Science Club suatu ketika Hujan renyai jatuh ke sekian kali di jalan ini. Mengapa tak kaukembangkan payungmu yang berbunga-bunga […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, ready susanto Leave a comment

Puisi: Angin Kecil – C Horo Rambadeta

Posted on 23 Agustus 202023 Agustus 2020 by Editor

C Horo RambadetaAngin Kecil Pertama: ia menggoda daun jendelaMenjamah gordinLalu meninggiAh serupa diaYang menyingkap gaun suteraSekejap dua menggeleparIndahnya: aku semakin sabar 1966 Sumber: Horison, Oktober 1968.

Posted in Puisi Tagged C. Horo Rambadeta, Puisi Leave a comment

Puisi: Tentang Langit – C Horo Rambadeta

Posted on 23 Agustus 202023 Agustus 2020 by Editor

C Horo RambadetaTentang Langit Langit adalah kubah kelamDengan kerlipan yang mengambangYang padamu setianya datangYang padanya setiamu memandangLangit adalah rumah cahaya-cahayaDengan sorotan yang kayaYang padamu hidupnya berbagi rataYang padanya hidupmu terlihat […]

Posted in Puisi Tagged C. Horo Rambadeta, Puisi Leave a comment

Puisi: Anak – C Horo Rambadeta

Posted on 23 Agustus 202023 Agustus 2020 by Editor

C Horo RambadetaAnak Jangan bujukBiarkanPuas tangis dengan batukDalam tidur tembang si intanTangis pantang dininaKarena berangkat dalam isakan yang hibaDan tangan-bertangan dengan bonekaBobo keduanyaSamaTak punya dosa 1964 Sumber: Horison, Oktober 1968

Posted in Puisi Tagged C. Horo Rambadeta, Puisi Leave a comment

Puisi: Yang Lain – C. Horo Rambadeta

Posted on 23 Agustus 202023 Agustus 2020 by Editor

C. Horo RambadetaYang Lain Merpati yang turun hinggapMenggoyang pucuk di tingkapMenggaris jejakTeramat panjangIalah garis silang yang pekatDarah yang dicucurkan di siniAdalah tebusan hati nurani!Inilah suaraYang lain dari ribut bencanadari roh […]

Posted in Puisi Tagged C. Horo Rambadeta, Puisi Leave a comment

Puisi: Sifat ke-5 – Z. Pangaduan Lubis (1932-2011)

Posted on 23 Agustus 202023 Agustus 2020 by Editor

Z. Pangaduan Lubis (1937-2011)Sifat ke-5 warna batintak warna dalam birutak warna dalam ungukeratan jemarikutak menetes darahnyatempat sembunyisuara batinkuyang gugur ubannyalewat tengah malamdalam rumput lebattepi kolam mengapa pada tempat ini semuaberebut […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Z Pangaduan Lubis Leave a comment

Posts navigation

← Older posts
Newer posts →

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Arsip

RSS Antologi Hari Puisi

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA
  • Esai: Tugas Seorang Penyair – Hasan Aspahani
  • Esai: Perahu sebagai Tamsil Tubuh, dari Fansuri hingga Rengganis
  • Puisi: Ngagel – Mardi Luhung (l. 1965)

Tag

Abdul Hadi WM Acep Zamzam Noor Agam Wispi Agenda Amir Hamzah Anekdot Avianti Armand Ayatrohaedi Badruddin Emce bukhari aljauhari Chairil Anwar Dami N. Toda Djajanto Supra Doddi Ahmad Fauji D Zawawi Imron Esai Frans Nadjira Goenawan Mohamad H. Amang Rahman Jubair Hasan Aspahani Hasif Amini HPI2017 HR. Bandaharo J.E. Tatengkeng Korrie Layun Rampan Mawie Ananta Jonie Mh. Rustandi Kartakusuma Muhammad Yamin Nina Minareli Penyair Pranita Dewi Puisi Putu Vivi Lestari Rendra Rida K. Liamsi Rivai Apin Saini KM Sapardi Djoko Damono setia naka andrian Subagio Sastrowardoyo Sutardji Calzoum Bachri Tjak S. Parlan Toeti Heraty Trisno Sumardjo Wiji Thukul

Hari Puisi | Antologi Puisi Indonesia

Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu. Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat - "Catetan Th. 1946" - Chairil Anwar

Tulisan Terbaru

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika

Kontak Kerjasama

jurubaca@gmail.com (Email)

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Telusuri Isi

Arsip

Antologi Tumbuh

Situs ini berupaya memuat puisi Indonesia dari titik awal sejauh yang bisa kami telusuri, hingga ke titik paling mutakhir di mana kami yakin puisi tersebut telah atau akan meninggalkan jejak yang  mewakili perkembangan dan pencapaian serta memberi sumbangan yang memperkaya cara ucap dan tema dalam puisi kita.

Sejak 2016 | Dikelola oleh Hasan Aspahani