• Mata Puisi
  • Vlog Juru Baca
  • Arsip Horison 1966 – 1990
Antologi Hari Puisi

Menu

Skip to content
  • Beranda
    • Esai
    • Buku
    • Puisi
    • Penyair
    • Wawancara
  • Antologi Tumbuh
  • Situs Bagus
  • Daftar (sementara) Penyair

Puisi: Pertempuran Subuh – Sanento Yuliman (1941-1992)

Posted on 19 Mei 202119 Mei 2021 by Editor

Sanento Yuliman (1941-1992)Pertempuran Subuh serentetan tembakan – kemudian sepisebuah ledakan:sunyi kembali di timurderetan awan:lengkus alis yang kelamhorison yang senyyapseperti mata yang pejamanginnapas yang dalam tiba-tiba langit mengangkatpelupuknya, dan nyala terbuka, […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Sanento Yuliman Leave a comment

Puisi: Dari Besakih – Sanento Yuliman (1941-1992)

Posted on 19 Mei 202119 Mei 2021 by Editor

Sanento Yuliman (1941-1992)Dari Besakih gunung dari semua gunungbersidekap agungketika di langit hanya biruhanya sunyi yang satu jauh di bawah lambaian kelapadan jauh laut tertawadan dekat hanya hati kitamendegup-degupkan dukaketika harum […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Sanento Yuliman Leave a comment

Puisi: Lyrik – Yunus Mukri Adi (l. 1941)

Posted on 19 Mei 202119 Mei 2021 by Editor

Yunus Mukri Adi (l. 1941)Lyrik di pantai, Marlin, engkau dan aku menuntas jamlaut tegang. Hampir menyiapkan praharaMenghimpun camar. Membagal bandarKabut limbur. Membenam lampu menara. Ada guruh. Tangkas menggelegarAda semenanjung membersihkan […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, yunus mukri adi Leave a comment

Puisi: Dalam Kemarau Terlampau Panjang – Yunus Mukri Adi (l. 1941)

Posted on 19 Mei 202119 Mei 2021 by Editor

Yunus Mukri Adi (l. 1941)Dalam Kemarau Terlampau Panjang Di ladang kemarau terlampau panjangMatahari mengelam.Angin menghimpun perbekalan.Melarikan kicir-kicirSeekor ular kecil, nampaknya: takut terpencil.Pohonan kates di huma. Tinggal batangnya yang miskinAnak-anak gembala. […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, yunus mukri adi Leave a comment

Puisi: Sebuah Kapak, di Atas Tiang Gantungan – Sides Sudyarto DS (1942-2012)

Posted on 17 Mei 202117 Mei 2021 by Editor

Sides Sudyarto DS (1942-2012)Sebuah Kapak, di Atas Tiang Gantungan Sebuah kapak tergantung tinggi-tinggiDari lukanya terus mengucur darahLeher dan kepala sudah tiada lagiSudah lama terpisah. Tetapi tampaknya tiang gantungan itu masih […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Sides Sudyarto DS Leave a comment

Puisi: Seekor Anak Angsa, Mati di Tiang Gantungan – Sides Sudyarto DS (1942-2012)

Posted on 17 Mei 202117 Mei 2021 by Editor

Sides Sudyarto DS (1942-2012)Seekor Anak Angsa, Mati di Tiang Gantungan Seekor anak angsa terus menyanyiWalau lehernya terjerat eratDi tali tiang gantunganYang hampir memenggal batang lehernya Induknya, telah dipotong sejak ia […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Sides Sudyarto DS Leave a comment

Posts navigation

← Older posts
Newer posts →

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,025)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Arsip

RSS Antologi Hari Puisi

  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA
  • Esai: Tugas Seorang Penyair – Hasan Aspahani

Tag

Abdul Hadi WM Acep Zamzam Noor Agam Wispi Agenda Alfiyan Harfi Amir Hamzah Andy Sri Wahyudi Anekdot Avianti Armand Ayatrohaedi Badruddin Emce bukhari aljauhari Chairil Anwar Dami N. Toda Doddi Ahmad Fauji D Zawawi Imron Esai Frans Nadjira Goenawan Mohamad Hasan Aspahani Hasif Amini HPI2017 HR. Bandaharo Husain Landitjing J.E. Tatengkeng Korrie Layun Rampan M. Balfas Mh. Rustandi Kartakusuma Muhammad Yamin Nina Minareli Penyair Pranita Dewi Puisi Putu Vivi Lestari Rendra Rida K. Liamsi Rivai Apin Saini KM Sapardi Djoko Damono Subagio Sastrowardoyo Sutardji Calzoum Bachri Tjak S. Parlan Toeti Heraty Trisno Sumardjo Wiji Thukul

Hari Puisi | Antologi Puisi Indonesia

Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu. Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat - "Catetan Th. 1946" - Chairil Anwar

Tulisan Terbaru

  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA

Kontak Kerjasama

jurubaca@gmail.com (Email)

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,025)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Telusuri Isi

Arsip

Antologi Tumbuh

Situs ini berupaya memuat puisi Indonesia dari titik awal sejauh yang bisa kami telusuri, hingga ke titik paling mutakhir di mana kami yakin puisi tersebut telah atau akan meninggalkan jejak yang  mewakili perkembangan dan pencapaian serta memberi sumbangan yang memperkaya cara ucap dan tema dalam puisi kita.

Sejak 2016 | Dikelola oleh Hasan Aspahani