Yopi Setia Umbara (l. 1984) Dalam Perutku maja, seandainya kau tahu. bahwa dalam perutkutank-tank siap menembak. tentara membidikan bediljuga rudal-rudal. dikendalikan jauh dari tubuhkusiap menghancurkan apa saja. misalkan peperanganyang tak […]
Esai: Potensi Puitis Bahasa Melayu dan Kultur Estetis Orang Melayu
Kenapa Kita Menulis Puisi? (2) Potensi Puitis Bahasa Melayu dan Kultur Estetis Orang Melayu Oleh Hasan Aspahani WILLIAM Marsden (1754-1836) seorang Inggris pernah berdiam di Sumatera dan menjelajah pulau ini, […]
Esai: Braginsky dan Sikorsky dalam Sastra Indonesia – Asep Sambodja (1967-2010)
Braginsky dan Sikorsky dalam Sastra Indonesia oleh Asep Sambodja Dalam sejarah sastra Indonesia, banyak yang telah mengenal nama A. Teeuw, E.U. Kratz, Claudine Salmon, dan Keith Foulcher. Namun, dapat dikatakan […]
Esai: Kenapa Kita Menulis Puisi? (1)
Kenapa Kita Menulis Puisi? (1): Kupu-kupu Membawa Pantun Terbang ke Eropa Oleh Hasan Aspahani SEJAK semula bahasa Melayu, apa yang kelak menjadi bahasa Indonesia kita hari ini adalah bahasa yang […]
Puisi: Arwah Maskumambang – Toni Lesmana (l. 1976)
Toni Lesmana (l. 1976)Arwah Maskumambang Kuterima lagi sepucuk kuburBerisi letusan-letusan belatungJantung dari timur. Diam-diamAku tahu, kubur mengetuk pintuSiang pintu malam di punggungmuMelumuri jendela pagi jendelaSenja di dadamu, mencari celah tebarArwah […]
Puisi: Pasar Satwa – Toni Lesmana (l. 1976)
Toni Lesmana (l. 1976)Pasar Satwa berjumpa jerapah di sebuah pasar panjangdan sepi. jerapah itu mengayuh becak. lehernyaterjulur jauh, tersangkut di matahari, asyik mengunyahdaun-daun api. ada asap tumbuh di punggungnyasepasang sayap […]
Puisi: Potret Kakek – Toni Lesmana (l. 1976)
Toni Lesmana (l. 1976)Potret Kakek mulanya potret kakek dibingkai oleh pematang sawahlengkap dengan capung, lubang belut, dan jejak kakipara petani. setiap malam kami memandang wajahkenangan menembang, menerbangkan kupu-kupu,burung pipit, dan […]
Puisi: Di Bawah Senyummu – Luthfi Mardiansyah (l. 1991)
Luthfi Mardiansyah (l. 1991)Di Bawah Senyummu : untuk Inneke Soraya Amalia /1/Di bawah senyummukrisan merimbun;ujung lengkung daun,embun ngungun. Angan-angan angintugur di alis awan.Turun jadi tandanhujan. /2/Di bawah senyummuilalang meremang;buhul dibilas […]
Puisi: Ziarah – Luthfi Mardiansyah (l. 1991)
Luthfi Mardiansyah (l. 1991)Ziarah Segala pemujaan ini,sajak dan jejakbakal berakhir di desir angin. Kata-kata menjadi sepi,semata heningmenindaki kecup detikterjun ke muara diri,pada pucuk keheninganyang lain lagi. Sampai di ujung kita […]
