• Mata Puisi
  • Vlog Juru Baca
  • Arsip Horison 1966 – 1990
Antologi Hari Puisi

Menu

Skip to content
  • Beranda
    • Esai
    • Buku
    • Puisi
    • Penyair
    • Wawancara
  • Antologi Tumbuh
  • Situs Bagus
  • Daftar (sementara) Penyair

Author: Editor

Puisi: Aku Cuma Minta Sedikit – Ismed Natsir (l. 1950)

Posted on 22 Juli 202122 Juli 2021 by Editor

Ismed Natsir (l. 1950)Aku Cuma Minta Sedikit Aku tak minta dibikinkan jembatancahaya. Atau sesuatu yang amat sulit direka. Aku cuma minta sedikit: Jangan pergisebelum aku sampai di seberangTungkaiku lemah — […]

Posted in Puisi Tagged ismed natsir, Puisi Leave a comment

Puisi: Sejarah – Lazuardi Anwar (l. 1941)

Posted on 22 Juli 202122 Juli 2021 by Editor

Lazuardi Anwar (l. 1941)Sejarah Telah kau simbah halaman inidaun-daun terkulai menanti desaulenguh angin yang mengelopaktanpa arah. Telah kau simbah halaman inidi malam bergetardi titik didihyang melempasing. Telah kau simbah halaman […]

Posted in Puisi Tagged Lazuardi Anwar, Puisi Leave a comment

Puisi: Malam di Pelabuhan Tinggal – Lazuardi Anwar (l. 1941)

Posted on 22 Juli 202122 Juli 2021 by Editor

Lazuardi Anwar (l. 1941)Malam di Pelabuhan Tinggal Ombak kecil menggelitik kaki dermagalaut hitampantai hitammalam-malam. Deru sepinya sendiripelabuhan kecil lama tertinggalrindu pada kapal-kapalbuang sauh. Laut hitampantai hitampelabuhan rindukan kapal-kapalmerapat di dermaga […]

Posted in Puisi Tagged Lazuardi Anwar, Puisi Leave a comment

Rivai Apin, Akhir Takdir, Sunyi Sang Penguak

Posted on 21 Juli 202122 Juli 2021 by Editor

Rivai Apin, Akhir Takdir, Sunyi Sang Penguak Oleh Hasan Aspahani nanti hari akan habis / dan kelam menyelubungi malam/ … ah, mati / kau masih juga mengejar aku – (“?” […]

Posted in Esai, Penyair Tagged Esai, Rivai Apin Leave a comment

Puisi: Anak-Anak Suatu Kali – Lazuardi Adi Sage (1957 – 2007)

Posted on 21 Juli 202121 Juli 2021 by Editor

Lazuardi Adi Sage (1957 – 2007)Anak-Anak Suatu Kali anak-anakku bertanyadi mana letak sungai surgaaku merentangkan tangandi kedua tapak tangan anak-anakku merentangkan tanganberjalan meniti surgaaku menyaksikan sepotong mimpisurga dalam genggaman anak-anakku […]

Posted in Puisi Tagged Lazuardi Adi Sage, Puisi Leave a comment

Puisi: Catatan Lagu Pop – Lazuardi Adi Sage (1957 – 2007)

Posted on 21 Juli 202121 Juli 2021 by Editor

Lazuardi Adi Sage (1957 – 2007)Catatan Lagu Pop yang membasuh dadanya dengan cintadari mulutnya keluar bungakutangkap bungakuremas jadi sungai sorgatempatku berenangngembara ke ujung dunia tapi cinta tak kenal muaracuma dahagadi […]

Posted in Puisi Tagged Lazuardi Adi Sage, Puisi Leave a comment

Puisi: Anjing di Muka Pendapa – Landung R. Simatupang (l. 1951)

Posted on 21 Juli 202122 Juli 2021 by Editor

Landung R. Simatupang (l. 1951)Anjing di Muka Pendapa anjing kurus tertambatpada tonggak bambu keringia telah tuaia diamia tidak memejamia tidak makania tak lagi punya tuan anjing kurus itu tertambatpada tonggak […]

Posted in Puisi Tagged Landung R Simatupang, Puisi Leave a comment

Puisi: Tanamur Suatu Malam – Lazuardi Adi Sage (1957 – 2007)

Posted on 21 Juli 202121 Juli 2021 by Editor

Lazuardi Adi Sage (1957 – 2007)Tanamur Suatu Malam belasan orang (barangkali puluhan) berdesak-desakandi bawah bayang-bayang mercury. Nyanyian gelisar yangmenggemuruh seperti menawarkan sebuah peristiwa lain … menyeberangi sebuah jembatan antara jatuh […]

Posted in Puisi Tagged Lazuardi Adi Sage, Puisi Leave a comment

Esai: Puisi adalah Artefak Bahasa

Posted on 20 Juli 202120 Juli 2021 by Editor

Esai: Puisi adalah Artefak Bahasa Oleh Hasan Aspahani BAHASA adalah medium seni sastra, seperti tanah lihat bagi seni patung, atau cat dan kertas atau kanvas bagi seni rupa. Seniman bisa […]

Posted in Esai Tagged Esai Leave a comment

Posts navigation

← Older posts
Newer posts →

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Arsip

RSS Antologi Hari Puisi

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA
  • Esai: Tugas Seorang Penyair – Hasan Aspahani
  • Esai: Perahu sebagai Tamsil Tubuh, dari Fansuri hingga Rengganis
  • Puisi: Ngagel – Mardi Luhung (l. 1965)

Tag

Abdul Hadi WM Acep Zamzam Noor Agam Wispi Agenda Amir Hamzah Anekdot Avianti Armand Ayatrohaedi Badruddin Emce bukhari aljauhari Chairil Anwar Dami N. Toda Djajanto Supra Doddi Ahmad Fauji D Zawawi Imron Esai Frans Nadjira Goenawan Mohamad H. Amang Rahman Jubair Hasan Aspahani Hasif Amini HPI2017 HR. Bandaharo J.E. Tatengkeng Korrie Layun Rampan Mawie Ananta Jonie Mh. Rustandi Kartakusuma Muhammad Yamin Nina Minareli Penyair Pranita Dewi Puisi Putu Vivi Lestari Rendra Rida K. Liamsi Rivai Apin Saini KM Sapardi Djoko Damono setia naka andrian Subagio Sastrowardoyo Sutardji Calzoum Bachri Tjak S. Parlan Toeti Heraty Trisno Sumardjo Wiji Thukul

Hari Puisi | Antologi Puisi Indonesia

Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu. Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat - "Catetan Th. 1946" - Chairil Anwar

Tulisan Terbaru

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika

Kontak Kerjasama

jurubaca@gmail.com (Email)

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Telusuri Isi

Arsip

Antologi Tumbuh

Situs ini berupaya memuat puisi Indonesia dari titik awal sejauh yang bisa kami telusuri, hingga ke titik paling mutakhir di mana kami yakin puisi tersebut telah atau akan meninggalkan jejak yang  mewakili perkembangan dan pencapaian serta memberi sumbangan yang memperkaya cara ucap dan tema dalam puisi kita.

Sejak 2016 | Dikelola oleh Hasan Aspahani