• Mata Puisi
  • Vlog Juru Baca
  • Arsip Horison 1966 – 1990
Antologi Hari Puisi

Menu

Skip to content
  • Beranda
    • Esai
    • Buku
    • Puisi
    • Penyair
    • Wawancara
  • Antologi Tumbuh
  • Situs Bagus
  • Daftar (sementara) Penyair

Author: Editor

Puisi: Desember dalam Semangkuk Bulgogi – Tengsoe Tjahjono (l. 1958)

Posted on 15 April 2018 by Editor

Tengsoe Tjahjono (l. 1958) Desember dalam Semangkuk Bulgogi kupesan bulgogi. salju mengapur jendela. hari kemarin mendidih di antara serpihan daging dan sayur mayur. tapak jejak mengabur, terbuka untuk dibaca. monitor […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Tengsoe Tjahjono Leave a comment

Puisi: Memaknai Payung – Tengsoe Tjahjono (l. 1958)

Posted on 15 April 201815 April 2018 by Editor

Tengsoe Tjahjono (l. 1958) Memaknai Payung *demsi danial bukan payung yang dibutuhkan ketika hujan jatuh, namun cara berteduh. begitu kata senja kepada murung ketika langit dekat kepada mendung. jelas itu […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Tengsoe Tjahjono Leave a comment

Puisi: Di Negeri Bekas Penjajah Aku Menemukan Dirimu – Yusri Fajar (l. 1977)

Posted on 15 April 201815 April 2018 by Editor

Yusri Fajar (l. 1977) Di Negeri Bekas Penjajah Aku Menemukan Dirimu Di negeri bekas penjajah aku menemukan dirimu dalam etalase kaca restoran Indonesia ditata dalam mangkok, piring dan gelas dipajang […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Yusri Fajar Leave a comment

Puisi: Adakah Hati yang Lain di Kapellbrücke? – Yusri Fajar (l. 1977)

Posted on 15 April 201815 April 2018 by Editor

Yusri Fajar (l. 1977) Adakah Hati yang Lain di Kapellbrücke? Rindu pernah terpelanting dari atas Jembatan Kapell mengapung beberapa waktu. terdiam di kedalaman lalu terbawa arus tenang, menyeret ingatanku kita […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Yusri Fajar Leave a comment

Puisi: Dikaki-kaki Tangkuban prahu – Putu Oka Sukanta (l. 1939)

Posted on 14 April 201815 April 2018 by Editor

Putu Oka Sukanta (l. 1939) Dikaki-kaki Tangkubanprahu   I. malam disambut suara-suara kecapi matahari dibernasi suara-suara aksi. kelincahan jari ditali-tali kecapi melepas beban memberat dihati duka kepahitan dilantunkan tembang-tembang manis […]

Posted in Puisi Tagged Putu Oka Sukanta Leave a comment

Puisi: Jendela – Frans Nadjira (l. 1942)

Posted on 12 April 2018 by Editor

Frans Nadjira (l. 1942) Jendela Geser sedikit tirai itu agar cahaya matahari dapat langsung masuk ke dalam kamarku sebab biasanya ia pada saat-saat seperti ini akan bermain-main di atas tempat […]

Posted in Puisi Tagged Frans Nadjira, Puisi Leave a comment

Puisi: Hei, Kalian yang di Bawah – Frans Nadjira (l. 1942)

Posted on 12 April 201812 April 2018 by Editor

Frans Nadjira (l. 1942) Hei, Kalian yang di Bawah        Seperti kalian kami pun bergerak di bawah langit. Kami memiliki kediaman pancang arah angin di atas bukit pucuk-pucuk daun dalam […]

Posted in Puisi Tagged Frans Nadjira, Puisi Leave a comment

Puisi: Barnett Newman, Siapa yang Takut pada Warna? – Frans Nadjira (l. 1942)

Posted on 11 April 201812 April 2018 by Editor

Frans Nadjira (l. 1942) Barnett Newman, Siapa yang Takut pada Warna? Dengan sekali sentakan tulisan di tembok kusam subway melar seperti permen karet:        “Setiap orang ada harganya.” Tapi tak […]

Posted in Puisi Tagged Frans Nadjira, Puisi Leave a comment

Puisi: Kemarau – Arsyad Indradi (l. 1949)

Posted on 9 April 20189 April 2018 by Editor

Arsyad Indradi (l. 1949) Kemarau Siapa menghentak kurungkurung ke penghabisan suara burung jalan setapak mencari batas hari beruap panas menyusur suara keririang memilu di selasela kayukayuan sewaktu matahari menusuk Ketika […]

Posted in Puisi Tagged Arsyad Indradi, Puisi Leave a comment

Posts navigation

← Older posts
Newer posts →

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Arsip

RSS Antologi Hari Puisi

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA
  • Esai: Tugas Seorang Penyair – Hasan Aspahani
  • Esai: Perahu sebagai Tamsil Tubuh, dari Fansuri hingga Rengganis
  • Puisi: Ngagel – Mardi Luhung (l. 1965)

Tag

Abdul Hadi WM Acep Zamzam Noor Agam Wispi Agenda Amir Hamzah Anekdot Avianti Armand Ayatrohaedi Badruddin Emce bukhari aljauhari Chairil Anwar Dami N. Toda Djajanto Supra Doddi Ahmad Fauji D Zawawi Imron Esai Frans Nadjira Goenawan Mohamad H. Amang Rahman Jubair Hasan Aspahani Hasif Amini HPI2017 HR. Bandaharo J.E. Tatengkeng Korrie Layun Rampan Mawie Ananta Jonie Mh. Rustandi Kartakusuma Muhammad Yamin Nina Minareli Penyair Pranita Dewi Puisi Putu Vivi Lestari Rendra Rida K. Liamsi Rivai Apin Saini KM Sapardi Djoko Damono setia naka andrian Subagio Sastrowardoyo Sutardji Calzoum Bachri Tjak S. Parlan Toeti Heraty Trisno Sumardjo Wiji Thukul

Hari Puisi | Antologi Puisi Indonesia

Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu. Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat - "Catetan Th. 1946" - Chairil Anwar

Tulisan Terbaru

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika

Kontak Kerjasama

jurubaca@gmail.com (Email)

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Telusuri Isi

Arsip

Antologi Tumbuh

Situs ini berupaya memuat puisi Indonesia dari titik awal sejauh yang bisa kami telusuri, hingga ke titik paling mutakhir di mana kami yakin puisi tersebut telah atau akan meninggalkan jejak yang  mewakili perkembangan dan pencapaian serta memberi sumbangan yang memperkaya cara ucap dan tema dalam puisi kita.

Sejak 2016 | Dikelola oleh Hasan Aspahani