• Mata Puisi
  • Vlog Juru Baca
  • Arsip Horison 1966 – 1990
Antologi Hari Puisi

Menu

Skip to content
  • Beranda
    • Esai
    • Buku
    • Puisi
    • Penyair
    • Wawancara
  • Antologi Tumbuh
  • Situs Bagus
  • Daftar (sementara) Penyair

Author: Editor

Puisi: Kepada Lampu-Lampu di Cikini – Sabiq Carebesth (l. 1985)

Posted on 12 Juli 201912 Juli 2019 by Editor

Sabiq Carebesth (l. 1985) Kepada Lampu-Lamput di Cikini Sebentar lagi aku harus berjalan Tinggal kau sendirian—bersama bayangan Aku tak persis tahu apa masih ada Seorang peduli pada kemuramanamu—lebih dariku. Lampu-lampu […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Sabiq Carebesth Leave a comment

Puisi: Dalam Kamarku – Sabiq Carebesth (l. 1985)

Posted on 12 Juli 201912 Juli 2019 by Editor

Sabiq Carebesth (l. 1985) Dalam Kamarku Sebuah kunci membuka pintu kamarku Pada jendelanya menengadah menanti Senja yang biasa; angin menyeret kakiku Membawaku menjauh ke masa itu: Kulihat segerombolan bocah kecil […]

Posted in Puisi Tagged Sabiq Carebesth Leave a comment

Puisi: Puisi tentang Puisi Jatuh Cinta – Doddi Ahmad Fauji (l. 1970)

Posted on 17 Juni 201928 Maret 2020 by Editor

Doddi Ahmad Fauji (l.1970) Puisi tentang Puisi Jatuh Cinta Kepada Litaniar Qonakis Iskandar Dan aku suka kau menyelakupikiran-mu lebih bijaksana dari Pancasilatapi lebih bengal dari anak-anak liar yang bangga dengan […]

Posted in Puisi Tagged Doddi Ahmad Fauji, Puisi Leave a comment

Puisi: Jampang Kulon – Doddi Ahmad Fauji (l. 1970)

Posted on 17 Juni 201917 Juni 2019 by Editor

Doddi Ahmad Fauji (l. 1970) Jampang Kulon 1 Perang di Utara tak teramal dalam siasat badai salju mengamuk kami terdesak Aku tak bisa menghubungi-mu lagi Izrail gentayangan pada hari ke-900 […]

Posted in Puisi Tagged Doddi Ahmad Fauji Leave a comment

Puisi: Tidak Bisa Kau Biarkan Matahari – Emha Ainun Nadjib (l. 1953)

Posted on 29 Mei 201929 Mei 2019 by Editor

Emha Ainun Nadjib Tidak Bisa Kau Biarkan Matahari Tidak bisa kau biarkan matahari Menyerap daun-daun Dan pohonan sampai ngungun (Di tanggamu seorang bergegas turun) Tidak bisa kau biarkan matahari Menyengat […]

Posted in Puisi Tagged Emha Ainun Nadjib, Puisi Leave a comment

Puisi: Kubakar Cintaku – Emha Ainun Nadjib

Posted on 29 Mei 201929 Mei 2019 by Editor

Kubakar cintaku
Dalam sampai sunyi-Mu
Agar lindap, agar tatap
dari hujung merapat

Posted in Puisi Tagged Emha Ainun Nadjib, Puisi Leave a comment

Posts navigation

← Older posts
Newer posts →

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,025)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Arsip

RSS Antologi Hari Puisi

  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA
  • Esai: Tugas Seorang Penyair – Hasan Aspahani

Tag

Abdul Hadi WM Acep Zamzam Noor Agam Wispi Agenda Alfiyan Harfi Amir Hamzah Andy Sri Wahyudi Anekdot Avianti Armand Ayatrohaedi Badruddin Emce bukhari aljauhari Chairil Anwar Dami N. Toda Doddi Ahmad Fauji D Zawawi Imron Esai Frans Nadjira Goenawan Mohamad Hasan Aspahani Hasif Amini HPI2017 HR. Bandaharo Husain Landitjing J.E. Tatengkeng Korrie Layun Rampan M. Balfas Mh. Rustandi Kartakusuma Muhammad Yamin Nina Minareli Penyair Pranita Dewi Puisi Putu Vivi Lestari Rendra Rida K. Liamsi Rivai Apin Saini KM Sapardi Djoko Damono Subagio Sastrowardoyo Sutardji Calzoum Bachri Tjak S. Parlan Toeti Heraty Trisno Sumardjo Wiji Thukul

Hari Puisi | Antologi Puisi Indonesia

Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu. Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat - "Catetan Th. 1946" - Chairil Anwar

Tulisan Terbaru

  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA

Kontak Kerjasama

jurubaca@gmail.com (Email)

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,025)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Telusuri Isi

Arsip

Antologi Tumbuh

Situs ini berupaya memuat puisi Indonesia dari titik awal sejauh yang bisa kami telusuri, hingga ke titik paling mutakhir di mana kami yakin puisi tersebut telah atau akan meninggalkan jejak yang  mewakili perkembangan dan pencapaian serta memberi sumbangan yang memperkaya cara ucap dan tema dalam puisi kita.

Sejak 2016 | Dikelola oleh Hasan Aspahani