• Mata Puisi
  • Vlog Juru Baca
  • Arsip Horison 1966 – 1990
Antologi Hari Puisi

Menu

Skip to content
  • Beranda
    • Esai
    • Buku
    • Puisi
    • Penyair
    • Wawancara
  • Antologi Tumbuh
  • Situs Bagus
  • Daftar (sementara) Penyair

Author: Editor

Puisi Orang Makassar tentang Pelaut, Laut, dan Darat – Andi Rio Daeng Riolo (1943-1986)

Posted on 20 Mei 202120 Mei 2021 by Editor

Andi Rio Daeng Riolo (1943-1986)Orang Makassar tentang Pelaut, Laut, dan Darat Pelaut karena suka pada laut,Berani menempuh badai laut,Tabah mengarungi laut,Hidup dan mati di laut. Lampu di darat membesarkan hati […]

Posted in Puisi Tagged andi rio daeng riolo, Puisi Leave a comment

Puisi: Pertempuran Subuh – Sanento Yuliman (1941-1992)

Posted on 19 Mei 202119 Mei 2021 by Editor

Sanento Yuliman (1941-1992)Pertempuran Subuh serentetan tembakan – kemudian sepisebuah ledakan:sunyi kembali di timurderetan awan:lengkus alis yang kelamhorison yang senyyapseperti mata yang pejamanginnapas yang dalam tiba-tiba langit mengangkatpelupuknya, dan nyala terbuka, […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Sanento Yuliman Leave a comment

Puisi: Dari Besakih – Sanento Yuliman (1941-1992)

Posted on 19 Mei 202119 Mei 2021 by Editor

Sanento Yuliman (1941-1992)Dari Besakih gunung dari semua gunungbersidekap agungketika di langit hanya biruhanya sunyi yang satu jauh di bawah lambaian kelapadan jauh laut tertawadan dekat hanya hati kitamendegup-degupkan dukaketika harum […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Sanento Yuliman Leave a comment

Puisi: Lyrik – Yunus Mukri Adi (l. 1941)

Posted on 19 Mei 202119 Mei 2021 by Editor

Yunus Mukri Adi (l. 1941)Lyrik di pantai, Marlin, engkau dan aku menuntas jamlaut tegang. Hampir menyiapkan praharaMenghimpun camar. Membagal bandarKabut limbur. Membenam lampu menara. Ada guruh. Tangkas menggelegarAda semenanjung membersihkan […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, yunus mukri adi Leave a comment

Puisi: Dalam Kemarau Terlampau Panjang – Yunus Mukri Adi (l. 1941)

Posted on 19 Mei 202119 Mei 2021 by Editor

Yunus Mukri Adi (l. 1941)Dalam Kemarau Terlampau Panjang Di ladang kemarau terlampau panjangMatahari mengelam.Angin menghimpun perbekalan.Melarikan kicir-kicirSeekor ular kecil, nampaknya: takut terpencil.Pohonan kates di huma. Tinggal batangnya yang miskinAnak-anak gembala. […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, yunus mukri adi Leave a comment

Puisi: Sebuah Kapak, di Atas Tiang Gantungan – Sides Sudyarto DS (1942-2012)

Posted on 17 Mei 202117 Mei 2021 by Editor

Sides Sudyarto DS (1942-2012)Sebuah Kapak, di Atas Tiang Gantungan Sebuah kapak tergantung tinggi-tinggiDari lukanya terus mengucur darahLeher dan kepala sudah tiada lagiSudah lama terpisah. Tetapi tampaknya tiang gantungan itu masih […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Sides Sudyarto DS Leave a comment

Puisi: Seekor Anak Angsa, Mati di Tiang Gantungan – Sides Sudyarto DS (1942-2012)

Posted on 17 Mei 202117 Mei 2021 by Editor

Sides Sudyarto DS (1942-2012)Seekor Anak Angsa, Mati di Tiang Gantungan Seekor anak angsa terus menyanyiWalau lehernya terjerat eratDi tali tiang gantunganYang hampir memenggal batang lehernya Induknya, telah dipotong sejak ia […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Sides Sudyarto DS Leave a comment

Puisi: Seorang Budak Wanita Negro di Atas Tiang Gantungan – Sides Sudyarto DS (1942-2012)

Posted on 17 Mei 202117 Mei 2021 by Editor

Sides Sudyarto DS (1942-2012)Seorang Budak Wanita Negro di Atas Tiang Gantungan Semua sinar matahari telah dikembalikanMemantul lewat kilatan wajahnya yang lebamDi lehernya seutas tali kawat mengikat eratIa tergantung dengan kepala […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Sides Sudyarto DS Leave a comment

Puisi: Sajak Untuk Yudi – Djajanto Supra (l. 1943)

Posted on 16 Mei 202116 Mei 2021 by Editor

Djajanto Supra (l. 1943)Sajak Untuk Yudi demi setapak keyakinan dan harapansetiap sajaklebih baik untuk bocahyang telah dibentakdari keinginandan minggat dari rumahmelihat perkelahianatau ombak berkejaranlalu kurindukankarena sepilalu kumaafkantiap kesalahantapi ditolaknyakembali (begitu […]

Posted in Puisi Tagged Djajanto Supra, Puisi Leave a comment

Posts navigation

← Older posts
Newer posts →

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Arsip

RSS Antologi Hari Puisi

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA
  • Esai: Tugas Seorang Penyair – Hasan Aspahani
  • Esai: Perahu sebagai Tamsil Tubuh, dari Fansuri hingga Rengganis
  • Puisi: Ngagel – Mardi Luhung (l. 1965)

Tag

Abdul Hadi WM Acep Zamzam Noor Agam Wispi Agenda Amir Hamzah Anekdot Avianti Armand Ayatrohaedi Badruddin Emce bukhari aljauhari Chairil Anwar Dami N. Toda Djajanto Supra Doddi Ahmad Fauji D Zawawi Imron Esai Frans Nadjira Goenawan Mohamad H. Amang Rahman Jubair Hasan Aspahani Hasif Amini HPI2017 HR. Bandaharo J.E. Tatengkeng Korrie Layun Rampan Mawie Ananta Jonie Mh. Rustandi Kartakusuma Muhammad Yamin Nina Minareli Penyair Pranita Dewi Puisi Putu Vivi Lestari Rendra Rida K. Liamsi Rivai Apin Saini KM Sapardi Djoko Damono setia naka andrian Subagio Sastrowardoyo Sutardji Calzoum Bachri Tjak S. Parlan Toeti Heraty Trisno Sumardjo Wiji Thukul

Hari Puisi | Antologi Puisi Indonesia

Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu. Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat - "Catetan Th. 1946" - Chairil Anwar

Tulisan Terbaru

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika

Kontak Kerjasama

jurubaca@gmail.com (Email)

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Telusuri Isi

Arsip

Antologi Tumbuh

Situs ini berupaya memuat puisi Indonesia dari titik awal sejauh yang bisa kami telusuri, hingga ke titik paling mutakhir di mana kami yakin puisi tersebut telah atau akan meninggalkan jejak yang  mewakili perkembangan dan pencapaian serta memberi sumbangan yang memperkaya cara ucap dan tema dalam puisi kita.

Sejak 2016 | Dikelola oleh Hasan Aspahani