Heru Mugiarso Aku pernah lahir sebagai ular Pada hari minggu Lalu tumbuh bersama lidah dan desis meski tanpa menyisakan air liur di sudut sudut mimpiku Maka ketika kali ini aku […]
Puisi
Puisi: Perempuan yang Tertawan di Sepucuk Jambi di Perjalanan Malam 16 – Ramayani Riance
Ramayani Raince Aku perempuan yang tak lagi perawan oleh tuan yang dermawan aku melihat langit begitu terang melayangkan angan yang terbang tapi matahari begitu terik dalam riang yang ingin kugapai […]
Puisi: Molto Allegro – Cecep Syamsul Hari
Cecep Syamsul Hari Seperti Neruda lelah menjadi manusia, malam itu aku pergi dan memanggil taksi. Ke mana? Ke mana saja, jawabku. Aku pun lewat di depan rumahmu. Namun telah lama […]
Puisi: Episode Terakhir dari Kenangan – Cecep Syamsul Hari
Cecep Syamsul Hari Ketika waktu berhenti, kota-kota menghapus jejak airmatamu dengan keheningan kenangan. Aku tak lagi mampu mengingat kapan kisah cinta itu dimulai, kapan selesai. Barangkali pada sebuah senja di […]
Puisi: Selendang – Linus Suryadi AG
Linus Suryadi AG Kau sampirkan selendang ke samping kiri pundakmu Kau sampirkan menyilang lipatan dukacita hidupmu Di balik lipatan selendang rindu belaian pun tersimpan Citra harap menjelma roman Wara Sembadra […]
Puisi: Karam – Ajamuddin Tifani (1951-2002)
Ajamuddin Tifani (1951-2002) aku ingat kamu, sebab, bukanlah laut namanya jika kau tak membiarkan perahu berkaraman pada lenguh-lunglaiku, pada puncak ketinggian aku kenang biru jubahmu yang menjelma gelombang laut, tempat […]
Puisi: Tiga Sajak Pendek – Wiji Thukul (1963 – hilang 1998)
Wiji Thukul (1963 – hilang 1998) i kembali kucari keping pecahan wajahku yang dulu tersusun waktu menghancurkannya ketika aku mabuk bayangan arah ii. kembali ketemu wajahku yang tak pernah utuh […]
Puisi: Apa Guna – Wiji Thukul (1963 – hilang 1998)
Wiji Thukul (1963 – hilang 1998) Apa guna punya ilmu tinggi Kalau hanya untuk mengibuli Apa guna banyak baca buku Kalau mulut kau bungkam melulu Di mana-mana moncong senjata berdiri […]
Puisi: Bimbang Baling – Kunni Masrohanti
Kunni Masrohanti dalam malam seperempat gelap terbaring di antara batubatu mengawang antara arus subayang dan bintang mengingatkan betapa jauhnya pagi ; kita sedang bersembunyi ada yang bimbang terbaring di tepian […]
