Wiji Thukul (1963 – hilang 1998) istirahatlah kata-kata jangan menyembur-nyembur orang-orang bisu kembalilah ke dalam rahim segala tangis dan kebusukan dalam sunyi yang mengiris tempat orang-orang mengingkari menahan ucapannya sendiri […]
Puisi
Puisi: Prajurit Jaga Malam – Chairil Anwar
Chairil Anwar Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu? Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras, bermata tajam Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya kepastian ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini […]
Puisi: Pacu Sapi di Simabur – Deddy Arsya (l. 1987)
Deddy Arsya (l. 1985) Di kepalamu ada sapi-sapi besar panjang bertanduk Berlomba lari di medan pacuan Membawa karavan yang di atasnya Masa silam duduk sendirian dengan cemeti di tangan Sapi […]
Puisi: Kolecer – Mugya Syahreza Santosa
Mugya Syahreza Santosa aku akan kehabisan bumbu bila harus menyulam bilik pondokmu untuk menghadang angin barat itu. aku pun akan kehilangan pohon keramat kampungku, hanya untuk membangun dinding kayu pada […]
Puisi: Bagaimana – May Moon Nasution
May Moon Nasution aku ingin melupakanmu, usai kau mengasah tubuhmu, pisau yang tak percaya dengan ketajamannya aku ingin melupakanmu, usai kau membakar, api yang tak tahu ke mana jilatan hendak […]
Puisi: Pitatah dan Pemiliknya – Alizar Tanjung
Alizar Tanjung si pemilik pitatah telah puas belajar pitatah, “si tuli peletus senapan” letus itu tak perlu membuatnya menutup telinga, “si buta peniup salung api” besar api di tungku tak […]
Puisi: Garis Ladang – Esha Tegar Putra
Esha Tegar Putra di ladang kita berpandang, bersahutan suara, saling berebut tali puisi. ladangku rumpang ladangmu lempang. hah, jadinya aku cuma bertanam rumput gajah. biar dijarah perempuan malang yang di […]
Puisi: Langit – Novy Noorhayati Syahfida
Novy Noorhayati Syahfida kita saling berebut singgah duduk di antara tepian langit memandang hujan yang tercurah ada semacam nganga luka yang menjerit pedih, namun tak juga jera kau masih bertahan […]
Puisi: Desa Palasari, Jembrana – Made Adnyana Ole (l. 1968)
Made Adnyana Ole (l. 1968) Desa Palasari, Jembrana Segala kesejukan terbendung di sini Waduk bundar bulan Menganga seluas pikiran! Terbendung di sini, Seragam darah yang jemu. Beragam doa yang tak […]
