Puisi: Lakon Tiga Babak – Fridolin Ukur (1930-2003)

Fridolin Ukur (1930-2003)
Lakon Tiga Babak

Malam pahit; sendiri
Ketakutan mencekik aku;
Garang kutentang aku sendiri
Ingin lari dari ini cengkeraman
Mangsa di kejauhan hampa.

Tersembunyi di panas tubuh
Kuhidupi dosa dengan napas sendiri
Bangun dan jaga
Di tiapkali jantung berdetik
Komandokan ini tubuh
Darah dan daging

(lemas aku dalam ini pertentangan)

Kugagahkan diri tegak tengadah
Kuberanikan diri memandang tatapan ruang
Sekujur tubuhku dikejutkan oleh ini bayangan
Lakok tiga babak:

– Maut
– Salib
– Kebangkitan

Kujeritkan teriakan kesukaan
Pertentangan dalam diri sudah berakhir
Dalam Lakon Tiga Babak.

Sumber: Darah dan Peluh (Badan Penerbit Jakarta; 1962), lewat Tonggak 2 (Gramedia, Jakarta, 1987)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.