Puisi: Terlalu Banyak Kehilangan – Dodong Djiwapradja (1928-2009)

Dodong Djiwapradja (1928-2009)

Inilah sebagian dari mimpi
yang mestinya terjadi
dulu waktu sekolah,
ketika seorang dari kita
membiarkan rambutnya terurai
membaringkan tubuh
di atas pasir,
atau berenang ke tengah
tatkala seorang dari kita
mengejarnya sambil terengah-engah.

Inilah sebagian dari mimpi
yang mestinya terjadi
semasa antara kita ada janji,
ketika berangkat dewasa
lalu pergi ke Jakarta.

Inilah sebagian derita kita – sayang
Bencana perang datang
Terlalu banyak kita kehilangan:
aku telah kehilangan kau
dan kau sia-sia menungguku.

Hari ini mari kita bayangkan, kenangkan
dan hapuskan noda-noda karena perang.
Buatlah seakan langit pernah menyaksikan
adanya kegembiraan – antara kita
dulu, andaikan pernah jalan bersama
di pantai Pangandaran.

Pangandaran, Januari ’73.

 

Sumber: Budaja Djaja, No. 56, Tahun VI, Januari 1973.