Puisi: When Almond Blossomed – Edwin Anugerah Pradana

Edwin Anugerah Pradana
When Almond Blossomed

Giya Kancheli menyaksikan bagaimana proses surga dibanjiri oleh bir. Lalu minor-minor itu semakin memabukkan, dan tentu She is Here menyusul. Teringat pada suatu kelahiran, di Tiflis. Suatu kelahiran pada almon, tanpa pohon. Hanya simfoni?

Tak ada surga dan bencana, berarti banjir bir adalah sebuah orkestra lembab dan kini basah.

“Surga banjir bir!”

Semakin dalam tuts piano, semakin dangkal langit. Panggung itu berada di jamuan bidadari. Ia sendiri yang meminta malaikat menyalakan penyintesis. Sebuah alat tambahan.

“Sinyal dan suara campur rintik akan segera tiba ke bumi.”

Ia sedang menikmati surga, dan kini pelangi adalah susunan. Kini pelangi jadi klasik. Kini hujan akan disusul orkestra yang melarik-larik awan mendung.

Namun teduh.

Esok surga banjir bir.

2020

Sumber: Kibuli.in, 10 Juli 2020.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.