Armijn Pane (1908-1970) Dalam aku merenda Ingatan mengenang ketika, Jam-jam kita berkata Dalam aku merenda, Gerak jari ada kata, Menghitung jam-jam kita bersua Dalam aku menyisir, Hati terkenang desir, Lampu […]
Puisi
Puisi: Bertemu – Armijn Pane (1908-1970)
Armijn Pane (1908-1970) Di tepi pantai laut kami bersua, Dan kami memandang ke dalam mata masing-masing, Yang penuh sengsara, penuh duka, Karena negeri digenggam bangsa asing. Dengan diam kami berjabat […]
Puisi: Nelayan Sangihe – J.E. Tatengkeng (1907- 1968)
J.E. Tatengkeng (1907- 1968) Dilengkungi langit berhias bintang, Caya bulan di ombak menitik, Embun berdikit turun menitik, Engkau menantikan ikan datang. Mengapa termenung, Apatah direnung? Mengapa lagumu tersayup-sayup, Mengapa mata […]
Puisi: Dua Pantai – Acep Zamzam Noor
Acep Zamzam Noor Di antara dua pantai. Seperti juga alamat rindu Tersesatlah kita dalam panjangnya sebuah ciuman Serta rimbunnya sulur-sulur pohon kenangan: Tenggelam dalam tahun-tahun yang bergaram Hanyut dan megap-megap […]
Puisi: Menjadi Penyair Lagi – Acep Zamzam Noor
Acep Zamzam Noor Melva, di Karang Setra, kutemukan helai-helai rambutmu Di lantai keramik yang licin. Aku selalu terkenang kepadamu Setiap melihat iklan sabun, shampo atau pasta gigi Atau setiap kali […]
Puisi: Perbaruan Tekad – H.B. Jassin (1917-2000)
H.B. Jassin (1917-2000) Di tempatku terpencil jauh terasing Kudengar suaramu penyanyi radio Engkau menghibur hati dan jiwa Orang yang sakit badan merana Di tempatku terpencil jauh terasing Kubaca madahmu, wahai […]
Puisi: Jembatan Tua – Toto Sudarto Bachtiar (1929-2007)
Toto Sudarto Bachtiar (1929-2007) Sudah begitu lama, masih juga aku lalu Berapa banyak kaki telanjang dan bersepatu Menggetarkan tangan-tangannya Yang siang begitu menyala dan malam begitu biru Bergandengan tangan kadang […]
Puisi: The Beginning of The End – Sitor Situmorang (1923-2014)
Sitor Situmorang (1923-2014) Sekira pertemuan ini dapat dipisah dari sepi pernikahan gerak dan mati, kaulah isengku yang menghamilkan dan keperawanan yang tahu. Tapi bila pandangmu mendapat warna rambutku, akan berulang […]
Puisi: Rumah- Sitor Situmorang (1923-2014)
Sitor Situmorang (1923-2014) Laut dan darat tak dapat lagi didiami Benahilah kamar di hatimu Atau – mari diam dalam rumahku, Bumi yang tak berumah satu Atau – tahanlah sendiri (Lama […]
