Aspar Paturussi (l. 1943)Bagaimana Bisa Engkau Jadi Debu bagaimana engkau menuliskan sajakmusedang kertas jadi debu bagaimana bisikanmu jadi teriaksedang tenggorokanmu lagi serak bagaimana bisa engkau melangkahsedang berdiri pun tak berdaya […]
Puisi: Hanyut – Aspar Paturusi (l. 1943)
Aspar Paturusi (l. 1943)Hanyut kulihat tanganmu terkulaimenggapai pantai dalam kilatan cahayamemintas cemas wajahmu kulihat lengan gelombangmenyeret ketakutanmu adakah engkau bangkitatau hanyut lebih jauh 1980 Sumber: Naskah Pekan Puisi 10 Kota, […]
Puisi: Hempaskan Lukamu ke Dinding Dunia – B.Y. Tand (l. 1942)
B.Y. Tand (l. 1942)Hempaskan Lukamu ke Dinding Dunia Hempaskan lukamuke dinding duniabiar darahnya mengalirjadi lautmimpi-mimpi berenang di atasnyaburung-burung mengiringkannyadi udara Tak lagi sendu tak lagi rindumengobarkan lagu ombakjinakkan mata tombaktikamkan […]
Puisi: Dunia Pun Jadi Telaga Tuba – B.Y. Tand (l. 1942)
B.Y. Tand (l. 1942)Dunia Pun Jadi Telaga Tuba Air mani Adamtumpah ke telagadunia pun jadi telaga tuba Air susu Hawadihisap hewan rimbaperempuan pun jadi lauttak terduga Dari malam ke malamangin […]
Esai: Beribu Baris Telah Ditulis – Oleh Taufiq Ismail
Beribu Baris Telah DitulisOleh Taufiq Ismail Di manakah sekarang puisi Indonesia berdiri, pada ketinggian berapa? Adakah busur-lingkar kakilangitnya makin melebar jauh, atau terhenti di sana tahun 49 ketika seorang penyair […]
Puisi: Latar Belakang – Yunus Mukri Adi (l. 1941)
Yunus Mukri Adi (l. 1941)Latar Belakang Terkadang sempat kuangankan: apakah laut ini juga cemasMengirimkan kapal-kapal lewat alun ke semua penjuru. Apakah langit itujemu keramas oleh warna biru. Membagi-bagi ke hutan-hutan […]
