Yuli Nugrahani (l. 1974) Di Telapak Tanganmu Pagi menggenang beriap mengirim embun tua tanpa pelupuk mata lidahku menjangkau surga mencicip khamar murni berlaksa dari tubuh terlumat dari aliran keringat suaraku […]
Puisi: Persengkongkolan Anjing – Dahta Gautama (l. 1974)
Dahta Gautama (l. 1974) Persengkongkolan Anjing Anjing-anjing berburu tuhan di rumahmu, di tempat yang paling basah dalam keluargamu. Istri selalu mengira, bahwa engkau pulang membungkus nabi dalam tas ranselmu. Ia […]
Puisi: Kepada Seorang Pengendali – Heri Maja Kelana (l. 1996)
Heri Maja Kelana (l. 1996) Kepada Seorang Pengendali belum pernah aku melihat seseorang yang luar biasa peduli akan rakyatnya. sekali pun dalam wayang. atau film atau drama atau pada suatu […]
Puisi: Maut Musim Dingin – Sungging Raga (l. 1987)
Sungging Raga (l. 1987) Maut Musim Dingin adakah tanah kelahiran bagi musim dingin yang buta ketika kau menuntunnya ke beranda “di sana kau tunggangi salju menuju Patiola.” adakah tanah kelahiran […]
Puisi: Di Museum Seni – Sungging Raga (l. 1987)
Sungging Raga (l. 1987) Di Museum Seni pada lukisan terakhir gadis itu telah kehilangan seratus koloni kata cinta yang seharusnya ia dengar dari lelaki di sebelahnya “nyatakah engkau ini?” ia […]
Puisi: Di Kota yang Lain – Asrina Novianti (l. 1980)
Asrina Novianti (l. 1980) Di Kota yang Lain di kota yang lain, engkau hanya membeku. aku sibuk mencecap sudut yang mengerut. warna gedung. tubuh yang murung. bukankah ini sebuah tamasya? […]
