Putu Fajar Arcana (l. 1965) Candi Sukuh Di depan seorang dewi aku ingat penggalan kepalamu yang terguling di dasar lembah. Sayap-sayapmu ringkih dikikis angin, yang berabad-abad menyelinap ke bilik candi. […]
Puisi: Uma – Putu Fajar Arcana (l. 1965)
Putu Fajar Arcana (l. 1965) Uma Pohon yang kau pahat di dinding luluh dalam kabut. Seorang jejaka atau gembala tua yang menahanmu di tepi hutan cemara. Angin tak jua berkabar […]
Puisi: Aku Satu di Antara – Endang Supriyadi (l. 1960)
Endang Supriyadi (l. 1960) Aku Satu di Antara berlapis-lapis kata bertumpuk di meja seminar. berlapis-lapis kabut menumpuk jadi kalimat di benak para penyair. berlapis-lapis kalut membalut di hati para pemabuk […]
Puisi: Gadis Lembang – Endang Supriyadi (l. 1960)
Endang Supriyadi (l. 1960) Gadis Lembang bernyanyilah irene bagi kegundahan pagi dimana bunyi gelas yang beradu telah membuat kian jauhnya angin ke dingin bernyanyilah irene sebelum meja peradaban digerakan oleh […]
Puisi: Ragusa, Suatu Senja – Fadjroel Rachman (l. 1964)
Fadjroel Rachman (l. 1964) Ragusa, Suatu Senja azan magrib tertelungkup di pecahan batuan rel kereta gambir-kota, rambut ikalnya melambai-lambai kepada senja luka yang berlari tergesa-gesa meninggalkan jakarta. “bukankah usia kita […]
Puisi: Sophia dan Istriku – Ganda Cipta (l. 1984)
Ganda Cipta (l. 1984) Sophia dan Istriku begitulah, Sophia. dunia-ku telah melupakanmu bila kau ingin mencari jalan pu- lang, katalah tempatnya lihatlah orang-orang pa- da mabuk di pelabuhan ha ha […]
Puisi: Perang Daun – Bresman Marpaung (l. 1968)
Bresman Marpaung (l. 1968) Perang Daun jika ini tentang bunga tiada berani namamu kutanam di lubang dada jika ini tentangmu meski bukan aku musim pasti menulis bunga seperti kelopak jatuh […]
Puisi: Saat Kita Hanya Bisa Berdoa – Ganda Cipta (l. 1984)
Ganda Cipta (l. 1984) Saat Kita Hanya Bisa Berdoa merdeka itu bisa mencintaimu tanpa bertepuk sebelah tangan tapi sophia… saat garam mahal di laut luas cinta hanya kisah-kisah yang memabukkan […]
Puisi: Tak Sampai-sampai – Esha Tegar Putra (l. 1985)
Esha Tegar Putra (l. 1985) Tak Sampai-sampai Kupiuh dendang terbaik itu, Sabai di atas kereta terakhir sebelum corong-corong toa stasiun mengurangi gemanya pulang dihimbaukan berulang-ulang lampu-lampu pudur teratur dan jam […]
