Agit Yogi Subandi di dadamu, kudengar nyanyian dari sumurmu yang hitam. 1 dada yang bidang, terlalu lebar untuk kurawat sendiri: setiap inci kulit di dadamu adalah tanah dengan sumur-sumur hitam […]
Puisi: Angin Hutan Cemara – L.K. Ara
L.K. Ara angin hutan cemara ditegur fajar buru-buru bangkit menyongsong petani yang bergegas naik ke lamping gunung ke ladang luas di mana harapan berkecambah hijau semakin hijau angin hutan cemara […]
Puisi: Sayur Batu – L.K. Ara
L.K. Ara di bawah senja basah kusayur batu kuminum kuahnya kuhirup wanginya malam itu tidurku lelap dan mimpi membuat sayur batu meminum kuahnya menghirup wanginya lalu aku menggigil bumi bergoncang […]
Puisi: Iya – L.K. Ara
L.K. Ara angkasa yang sepi lihatlah ibu terbang sebelah sayapnya iya bumi tua lihatlah bapa berjalan sebelah kakinya iya matahari, bulan, dan bintang-bintang yang semua nampak serta terbungkuk-bungkuk menerangi ibu […]
Puisi: Tak Lari – Yudhistira ANM Massardi
Yudhistira ANM Massardi Ketika radio dimatikan datanglah sepi yang terkenal itu Sewaktu kopi dihabiskan matilah lampu. Dan gelap yang terkenal itu datang juga Padahal, kalau sepi janda-janda pada lari kalau […]
Puisi: Suara – Yudhistira ANM Massardi
Yudhistira ANM Massardi kudengar kata-kataku di telinga kutemukan gema dalam mulutku sendiri Suara sesekali terdengar semacam gonggong yang asing namun terasa, betapa dekat anjing itu bersembunyi 1976 Sumber: Sajak Sikat […]
Puisi: Sajak Sikat Gigi – Yudhistira ANM Massardi
Yudhistira ANM Massardi Seseorang lupa menggosok giginya sebelum tidur Di dalam tidur ia bermimpi Ada sikat gigi menggosok-gosok mulutnya supaya terbuka Ketika ia bangun pagi hari Sikat giginya tinggal sepotong […]
Penyair Besar dengan Puisi Besar
Oleh Hasan Aspahani SUATU malam di Taman Ismail Marzuki. Abdul Hadi WM dan Sutardji Calzoum Bachri berangkulan. Kesadaran keduanya sedang meninggi. Abdul Hadi tiba-tiba berseru, “Dji, malam ini kau kuangkat […]
Simbolisme, dan Pasemon Seorang Malin Kundang
Oleh Hasan Aspahani Sebagai penyair modern Indonesia ia merumuskan dirinya sebagai Malin Kundang, yang gelisah dan ingiin meninggalkan dan tergoda untuk mendurhaka terhadap budaya ibu. Yang mula-mula ia tinggalkan adalah […]
