Mansur Samin (1930-2003) Mari serahkan kepadaku semua sengsara sampai di manalah tangis orang-orang putus asa tiada percaya hidup ini nyanyian mesra sedang baiknya jiwa memperkelahikan nasib tiada habisnya Mari serahkan […]
Puisi: Padangsidempuan – Mansur Samin (1930-2003)
Mansur Samin (1930-2003) ucapkan semua harga dari suara dihadapi pijar resah dalam tiada takutku dan takutmu hasrat yang ramah menyubur jauh dalam hari dan dera dan memadatlah hubungan duka raba […]
Puisi: Jelmaan – Mansur Samin (1930-2003)
Mansur Samin (1930-2003) Siapakah kau nakhoda, bajak atau nelayan awas lewat di sini anak cucu ingat jembalang cermat siga gelombang ini laut, kubur kisahku sepanjang zaman Itu perahu berisi pengantin […]
Puisi: Sibaganding Sirajagoda – Mansur Samin (1930-2003)
Mansur Samin (1930-2003) Tengah Siang di pojok nun, ke dalam restoran berbondong para kuli berlesuan duduk di sebaris bangku dari bisik dan keluh: Telah berbulan tak ada kapal pulang! Sedang […]
Puisi: Pernyataan – Rahmat M. Sas. Karana
Rahmat M. Sas. Karana kepada Wing Kardjo Di manakah letak pusat bulatan bumi Jika tidak di dalam hati? (Gunung diam tenggelam dalam Waktu dan sunyi Gunung meletus memuntahkan panas Jagat […]
Puisi: Kutulis Lagi Sebuah Puisi – Ahda Imran
Ahda Imran Kutulis lagi sebuah puisi mungkin untukmu, mungkin juga bukan kata-kata selalu punya banyak kemungkinan, seperti waktu, seperti tubuhmu. Banyak hari yang tak bisa lagi kuingat padahal aku mesti […]
Puisi: Membaca Batu – Ulfatin Ch.
Ulfatin Ch. Akhirnya, wajah kita yang menunduk membaca batu-batu di sepanjang jalan itu. Dingin udara malam melangkahkan kaki kita berputar-putar seperti piringan hitam Tapi tak juga sampai pada kata pada […]
Puisi: Telegram Gelap Persetubuhan – Dorothea Rosa Herliany
Dorothea Rosa Herliany kukirim telegram cinta, untuk sesuatu yang deras, mengalir ke ubun, yang ganjil, yang kucari dalam ledakanledakan. yang kutemukan dalam kekecewaan demi kekecewaan. kukirim beratus teriakan kecil dalam […]
Puisi: Banyak Simpang, Kota Tua: Melankolia – Dorothea Rosa Herliany
Dorothea Rosa Herliany 1. selalu, setiap perjalanan keluhkesah itu kau tak ingin sampai, di atas andong kau bertanya siapa di antara kita kusirnya kau tak ingin sampai, di setiap tikungan […]
