Akhmad Nurhadi Moekri (l. 1954) KA Ekspres Surabaya-Malang kereta api berseliweran dalam nadiku tanpa rel tanpa stasiun tanpa gerbong tanpa masinis tanpa loko tanpa gemuruh ~ kayak setan ~ menembus […]
Puisi: The Sunan Hotel Solo – Akhmad Nurhadi Moekri (l. 1954)
Akhmad Nurhadi Moekri (l. 1954) The Sunan Hotel Solo hall penuh. dimampatkan iringan gamelan penerima tamu -tamunya bukan aku-. Tari Gambyong dan wali kota luluh dalam sorotan lampu. Mari kita […]
Puisi: Saronen Nurhadi, 14 – Akhmad Nurhadi Moekri (l. 1954)
Akhmad Nurhadi Moekri (l. 1954) Saronen Nurhadi, 14 infus mengalirkan kenangan ke tubuhmu jadi imun sepertinya ada profil di sana mengembara di layar proyektor di layar syaraf di layar imajinasi […]
Puisi: Saronen Nurhadi, 5 – Akhmad Nurhadi Moekri (l. 1954)
Akhmad Nurhadi Moekri (l. 1954) Saronen Nurhadi, 5 tengah malam angin melintasi jalannya sendiri seperti mimpi tanpa harus dibebani arti hidup biarkan menemukan takdirnya sendiri, lukisan menemukan warnanya sendiri, sajak […]
Puisi: Labirin – Agit Yogi Subandi (l. 1985)
Agit Yogi Subandi (l. 1985) Labirin aku di dalam labirin berdinding tanaman rambat, gemanya bagai di dalam balairung sepi. taka da papan penunjuk arah. dibiarkannya aku melarat menempuh tikungan-tikungan curam […]
Puisi: Aku Ketemu Monyet – Akhmad Nurhadi Moekri (l. 1954)
Akhmad Nurhadi Moekri (l. 1954) Aku Ketemu Monyet 500 km dari rumah aku kehilangan orbit langit melayani kecepatan doa, kijang, jet, jerit, listrik aliran darah aliran sungai aliran mistis aku […]
