• Mata Puisi
  • Vlog Juru Baca
  • Arsip Horison 1966 – 1990
Antologi Hari Puisi

Menu

Skip to content
  • Beranda
    • Esai
    • Buku
    • Puisi
    • Penyair
    • Wawancara
  • Antologi Tumbuh
  • Situs Bagus
  • Daftar (sementara) Penyair

Puisi: Senja, Senjaku – Trisno Sumarjo (1916-1969)

Posted on 17 Desember 2017 by Editor

Trisno Sumarjo (1916-1969) Senja, Senjaku Senja, senjaku senja tua menerawang terang: biru, jingga, lembayung, sapuan pensil matahari yang minta-diri Senja, senjaku, panasmu diserap bumi, di mana aku bermimpi tentang bunga […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Trisno Sumardjo Leave a comment

Puisi: Lonceng – Trisno Sumardjo (1916-1969)

Posted on 17 Desember 2017 by Editor

Trisno Sumardjo (1916-1969) Lonceng Detak celaka melangkah detik demi detik Dan di wajah lonceng nasibku terbetik:       Titik mula sama dengan titik akhir, Maju, namun melingkar dan bolak-balik Wajahnya bulat […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Trisno Sumardjo Leave a comment

Puisi: Syair-syair Kecil tentang Hidup – Trisno Sumardjo (1916-1969)

Posted on 17 Desember 201717 Desember 2017 by Editor

Trisno Sumardjo (1916-1969) Syair-syair Kecil tentang Hidup 1. Dari detik ke detik dada berdetak Memukulkan bertubi godam Kerja dan Kasih. Tiap kali hati menjawab, “Maut kutolak!” Diseretnya beban Hidup, dan […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Trisno Sumardjo Leave a comment

Puisi: Gamelan – Muhammad Yamin (1903-1962)

Posted on 16 Desember 201716 Desember 2017 by Editor

Muhammad Yamin (1903 – 1962) Gamelan Tersimbah hati melihat bulan, Diiringi awan kanan dan kiri; Bagaikan benda berseri baiduri, Sedangkan bintang timbul-timbulan. Di waktu purnama berjalan-jalan Seorang sahaja sayang sendiri; […]

Posted in Puisi Tagged Muhammad Yamin, Puisi Leave a comment

Puisi: Bukit Barisan – Muhammad Yamin (1903 – 1962)

Posted on 16 Desember 2017 by Editor

Muhammad Yamin (1903 – 1962) Bukit Barisan Hijau tampaknya Bukit Barisan, Berpuncak Tanggamus dengan Singgalang; Putuslah nyawa hilanglah badan, Lamun hati terkenal pulang. Gunung tinggi diliputi awan, Berteduh langit malam […]

Posted in Puisi Tagged Muhammad Yamin, Puisi Leave a comment

Puisi: Bahasa, Bangsa – Muhammad Yamin (1903-1962)

Posted on 16 Desember 2017 by Editor

Muhammad Yamin (1903-1962) Bahasa, Bangsa Was du ererbt von deinen Vatern, Erwirb es um es zu besitzen. Goethe Selagi kecil berusia muda Tidur si anak di pangkuan bunda, Ibu bernyanyi, […]

Posted in Puisi Tagged Muhammad Yamin, Puisi 1 Comment

Posts navigation

← Older posts
Newer posts →

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,025)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Arsip

RSS Antologi Hari Puisi

  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA
  • Esai: Tugas Seorang Penyair – Hasan Aspahani

Tag

Abdul Hadi WM Acep Zamzam Noor Agam Wispi Agenda Alfiyan Harfi Amir Hamzah Andy Sri Wahyudi Anekdot Avianti Armand Ayatrohaedi Badruddin Emce bukhari aljauhari Chairil Anwar Dami N. Toda Doddi Ahmad Fauji D Zawawi Imron Esai Frans Nadjira Goenawan Mohamad Hasan Aspahani Hasif Amini HPI2017 HR. Bandaharo Husain Landitjing J.E. Tatengkeng Korrie Layun Rampan M. Balfas Mh. Rustandi Kartakusuma Muhammad Yamin Nina Minareli Penyair Pranita Dewi Puisi Putu Vivi Lestari Rendra Rida K. Liamsi Rivai Apin Saini KM Sapardi Djoko Damono Subagio Sastrowardoyo Sutardji Calzoum Bachri Tjak S. Parlan Toeti Heraty Trisno Sumardjo Wiji Thukul

Hari Puisi | Antologi Puisi Indonesia

Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu. Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat - "Catetan Th. 1946" - Chairil Anwar

Tulisan Terbaru

  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA

Kontak Kerjasama

jurubaca@gmail.com (Email)

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,025)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Telusuri Isi

Arsip

Antologi Tumbuh

Situs ini berupaya memuat puisi Indonesia dari titik awal sejauh yang bisa kami telusuri, hingga ke titik paling mutakhir di mana kami yakin puisi tersebut telah atau akan meninggalkan jejak yang  mewakili perkembangan dan pencapaian serta memberi sumbangan yang memperkaya cara ucap dan tema dalam puisi kita.

Sejak 2016 | Dikelola oleh Hasan Aspahani