Fadjroel Rachman Tuhan, turunkanlah hujan untuk bayam, tomat dan sawi kurus yang kami tanam Aneh, hanya dingin bebatuan yang setia menyegarkan batang-batangnya Setiap malam dari balik terali besi kuhisap udara […]
Puisi: Oleh Laut – Evi Idawati
Evi Idawati oleh laut aku tenggelam dalam debur ombak oleh laut aku terseret pusaran batin yang melemparkan aku pada sudut dunia : akan cinta masih kurasakan laparnya udara mengalir […]
Puisi: Metamorfosis Mimpi – Dahta Gautama
Dahta Gautama seperti apakah keindahan kematian? aku selalu berobsesi sebelum tidur melukis hutan, alang-alang, ular dan dahan-dahan sonokeling. sengaja aku gambar pohon berukuran besar karena di bawahnya ada gundukan tanah […]
Puisi: Aku Menyuratimu – Endang Supriyadi (l. 1960)
Endang Supriyadi (l. 1960) Aku Menyuratimu lampu-lampu menyala dalam lukisan. bulan terpotong dua, sepotong di langit sepotong lagi tenggelam di danau. aku menyuratimu namun tak kaubalas sehingga terjadi erosi pada […]
Puisi: Tersesat – Agit Yogi Subandi
Agit Yogi Subandi siapa yang telah tersesat di dalam tubuhku membawa arloji tanpa angka-angka, hanya sebuah garis. garis yang menyekap angka yang juga tersesat di dalamnya. angka yang sulit menemukan […]
Puisi: Melankolia Kota – Agit Yogi Subandi
Agit Yogi Subandi pernahkah engkau kusyuk pada pertemuan? sementara telingamu dijejali sejuta lagu luka, tubuhmu diselimuti lampu gemerlap fana. orang-orang menerka-nerka rencana, tapi kota terlalu sesak untuk menyimpan pertemuan. perpisahan […]
Puisi: Dewa Dapur Chao Kung – Tan Lioe Ie
Tan Lioe Ie Rasa malu mengantar tubuh Jadi abu. Maka dewa dapurlah ia Bermata api bertubuh asap Menyelinap di anglo dan panci Bersiul teko, berdendang dandang Mengendap-endap di antara lengkuas, […]
Puisi: Kupu-kupu Sampek Engtay – Tan Lioe Ie
Tan Lioe Ie sungai mati, tak mengalir di atasnya perahu melaju Tubuh terkubur Cinta tidak. Maka retak nisan Dan sepasang kupu-kupu terbang dari celahnya. Tak angin, […]
Puisi: Kau, Laut, dan Kata – Moh. Wan Anwar (1970-2009)
Moh. Wan Anwar (1970-2009) di geladak sudah tercium kata-kata anyir seperti bangkai, di antara bayang-bayang kausebut hidup adalah perjudian dan entah siapa entah di mana seseorang mengangguk untuk yang tak […]
