Rita Oetoro (l. 1943) Meditasi pada akhirnya kita pun pasrah — karena tidak bisa mengusir bayang-bayang kita sendiri Sumber: Tonggak 3 (Gramedia, Jakarta; 1987); dari Budaya Jaya, No. 76 […]
Puisi: Bayang-Bayang – Achmad Rizani Asnawi (l. 1944)
Achmad Rizani Asnawi (l. 1944) Bayang-Bayang bayang-bayangku, cobalah kita bertukar tempat aku dalam cermin dan engkau di depanku telah letih diri bersolek selalu, menyisir rambut yang lusuh sepanjang hari, rapi […]
Puisi: Harga Diri – Achmad Rizani Asnawi (l. 1944)
Achmad Rizani Asnawi (l. 1944) Harga Diri harga diri adalah deretan kursi paling depan, dan kehormatan adalah sebuah tawaran untuk duduk di situ. tercenung aku duduk pada deret kursi paling […]
Puisi: Keroncong Inferno VI – Rita Oetoro (l.1943)
Rita Oetoro (l.1943) Keroncong Inferno VI ingin dengar sebuah anekdot yang tidak lucu? di rumah itu ada sebuah radio merek erres, sebuah masin jahit merek singer dan sebuah sepeda merek […]
Puisi: Jubah – Achmad Rizani Asnawi (l. 1944)
Achmad Rizani Asnawi (l. 1944) Jubah Tuhan, jubahMu yang putih mulus kini banyak ditiru orang dengan sulaman bunga dari taman hiburan adakah juga sifatMu yang putih mulus dapat disulam di […]
Puisi: Interlude – Rita Oetoro (l. 1943)
Rita Oetoro (l. 1943) Interlude — toujours, quand on connait l’amour on connait aussi les pleurs — (dr. h.r. van heekeren +) taman eden yang tersisa — […]
