Dahta Gautama Menuju rumahmu, menyebabkan aku menempuh angin. Hujan dalam beberapa minggu ini, memengaruhi rasa di kepala bagian belakang kita. Namun karena kita mesti tiba di Wanasalam pada malam itu, […]
Puisi: Pencatat Akte Kelahiran – Jimmy Maruli Alfian
Jimmy Maruli Alfian Bahkan setelah kau datang berbarengan komet pukul delapan tadi ia terus mengingatkan bahwa jari-jari panjangmu harus dicap tinta biru: Pelancong telah tiba dengan batas negara yang agak […]
Puisi: Sihir Sunyi – Fina Sato
Fina Sato sihir senja mengusap sunyi bubun ingatanku saat kelabu adakah kenangan meninggalkan rinduku di ujungujung jalanmu? rindu membadai dalam jisimku yang ringkuh sepiku sesak dengan sajaksajak perjalanan tak usai […]
Puisi: Gunduk – Iswadi Pratama (l. 1971)
Iswadi Pratama Gunduk aku pati pohon jati yang padu tak lunak namun belum batu coklat yang hampir gelap terkunci di kebun ini aku hampir dihapus humus lalu dikemas para rangas […]
Puisi: Sekhak – Goenawan Mohamad
Goenawan Mohamad Pada pukul 16:00, di bawah jembatan itu ia dengar ”sekhak”. Seperti bunyi waktu. Seorang pemain catur selalu mengatakan kata itu sebelum saatnya. Dan seekor kuda rubuh. Dua bidak […]
Puisi: Lupa Daratan, 1 – Binhad Nurrohmat (l. 1976)
Binhad Nurrohmat Sepulang dari acara studi banding di luar negeri sekian lama koper pejabat itu sesak oleh-oleh buat keluarga dan pacarnya dan tak bawa apa-apa untuk rakyat yang telah mendanainya
Puisi: Sajak Sepanjang Trotoar – Jamal T Suryanata
Jamal T Suryanata /1/ aku diri bagi waktu bersenyawa membentuk ribuan bayang yang berlari cari ke kediaman batu-batu dan pasir cerca alam menderas ke arahku, nyanyi ragaku cinta atas keadaan […]
Puisi: Kisah Pulang – Ook Nugroho
Ook Nugroho Mereka terus membangun Semakin banyak rumah dan gedung Juga gudang, lorong-lorong dan guha Rahasia, tapi tambah tak yakin Musti pulang ke alamat yang mana Setiap kali cuaca kembali […]
Puisi: Bandung – Saini KM
Saini KM 1 Ada seribu satu alasan untuk meninggalkan rumah : Padang terbuka di kaki langit atau biru laut Gelombang demi gelombang membuka cakrawala. Lalu kau pun berkata: Alangkah pengapnya […]
