• Mata Puisi
  • Vlog Juru Baca
  • Arsip Horison 1966 – 1990
Antologi Hari Puisi

Menu

Skip to content
  • Beranda
    • Esai
    • Buku
    • Puisi
    • Penyair
    • Wawancara
  • Antologi Tumbuh
  • Situs Bagus
  • Daftar (sementara) Penyair

Puisi: Sangat Bukan – Lan Fang (1970-2011)

Posted on 3 Juli 20213 Juli 2021 by Editor

Lan Fang (1970-2011)Sangat Bukan apakah kau: angin yang melekat pada kaca pintu? sangat bukan,aku pintu, tempat syair menumpahkan ragu. kalau begitu apakah kau: keraguan yang dipanah rindu? sangat bukan,aku rindu […]

Posted in Puisi Tagged Lan Fang, Puisi Leave a comment

Puisi: Di Sebuah Barak – Rahmat Jabaril (l. 1968)

Posted on 3 Juli 20213 Juli 2021 by Editor

Rahmat Jabaril (l. 1968)Di Sebuah Barak Bulan di malamserahkan kamarkutembus jendelajelajah dunia Sudah empat nyawaditembus api panaslara menikam tubuhtelanjang para demonstran Kawan-kawankutertidur meranakeramaian di barakpenjara sepi matikawan terbaringdihunus harapankaum jelata! […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Rahmat Jabaril Leave a comment

Puisi: Pagi yang Sibuk – Rahmat Jabaril (l. 1968)

Posted on 3 Juli 20213 Juli 2021 by Editor

Rahmat Jabaril (l. 1968)Pagi yang Sibuk Orang-orang sibukmemecah Jalan SupadioJalan Ciroyommemikul bebanmendengus resahdikejar ambisidan waktu menyempit Suara pabrik menderumembangunkan hati yang terkuburtergesa!memijakkan kaki, diburu waktudikejar sengit mentarimakin cepat diburu wakturibuan […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Rahmat Jabaril Leave a comment

Puisi: Bertemu Intel – Rahmat Jabaril (l. 1968)

Posted on 3 Juli 20213 Juli 2021 by Editor

Rahmat Jabaril (l. 1968) Bertemu Intel Hari ini di Kafe Utan Kayu aku bermuka dengan seorang intel pangkatnya bersembunyi di jaket kulit hitam dan tangkap aura yang kubawa Kita saling […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Rahmat Jabaril Leave a comment

Puisi: Malam di Sepanjang Jalan Cibaduyut – Niken Kinanti (l. 1990)

Posted on 3 Juli 20213 Juli 2021 by Editor

Niken Kinanti (l. 1990)Malam di Sepanjang Jalan Cibaduyut apa yang tergenag dari bola matamuadalah kesedihan beku saat kendaraan berjajar lalu berlalugadis kecil peminta recehan di Jalan Cibaduyutbajunya sobek mulutnya luka-luka […]

Posted in Puisi Tagged Niken Kinanti, Puisi Leave a comment

Puisi: Yang Tertinggal di Situ Patengang – Niken Kinanti (l. 1990)

Posted on 3 Juli 20213 Juli 2021 by Editor

Niken Kinanti (l. 1990)Yang Tertinggal di Situ Patengang Yang tertinggal disana adalah jejakmu, dalam dingin udara situKuraih segala mimpi-mimpi bersama obrolan tak hentiAdakah takdir terkadang buruk rupa?Mengambil apa saja yang […]

Posted in Puisi Tagged Niken Kinanti, Puisi Leave a comment

Posts navigation

← Older posts
Newer posts →

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,025)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Arsip

RSS Antologi Hari Puisi

  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA
  • Esai: Tugas Seorang Penyair – Hasan Aspahani

Tag

Abdul Hadi WM Acep Zamzam Noor Agam Wispi Agenda Alfiyan Harfi Amir Hamzah Andy Sri Wahyudi Anekdot Avianti Armand Ayatrohaedi Badruddin Emce bukhari aljauhari Chairil Anwar Dami N. Toda Doddi Ahmad Fauji D Zawawi Imron Esai Frans Nadjira Goenawan Mohamad Hasan Aspahani Hasif Amini HPI2017 HR. Bandaharo Husain Landitjing J.E. Tatengkeng Korrie Layun Rampan M. Balfas Mh. Rustandi Kartakusuma Muhammad Yamin Nina Minareli Penyair Pranita Dewi Puisi Putu Vivi Lestari Rendra Rida K. Liamsi Rivai Apin Saini KM Sapardi Djoko Damono Subagio Sastrowardoyo Sutardji Calzoum Bachri Tjak S. Parlan Toeti Heraty Trisno Sumardjo Wiji Thukul

Hari Puisi | Antologi Puisi Indonesia

Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu. Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat - "Catetan Th. 1946" - Chairil Anwar

Tulisan Terbaru

  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA

Kontak Kerjasama

jurubaca@gmail.com (Email)

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,025)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Telusuri Isi

Arsip

Antologi Tumbuh

Situs ini berupaya memuat puisi Indonesia dari titik awal sejauh yang bisa kami telusuri, hingga ke titik paling mutakhir di mana kami yakin puisi tersebut telah atau akan meninggalkan jejak yang  mewakili perkembangan dan pencapaian serta memberi sumbangan yang memperkaya cara ucap dan tema dalam puisi kita.

Sejak 2016 | Dikelola oleh Hasan Aspahani