Lukman Nyoto (1925- hilang 1965)Pertemuan di Paris Pagi di hotel “Crillon”(aku datang dari “Napoleon”)Bung Karno memeluk aku erat-erat;(sejumlah menteri di seputar kami melihat)Selamat jalan Bung Nyoto –Salamku kepada kawan-kawan kita […]
Puisi: Variasi Haiku – Lukman Nyoto (1925 – hilang 1965)
Lukman Nyoto (1925 – hilang 1965) Variasi Haiku kepada Yoko I.bunga di lapanganhati berdetakdua pejuang berpelukan II.Fuji dan Kenjialam untuk ditundukkanmanusia untuk dimenangkan III.Hujan di makambela benteng biar sendirimana […]
Puisi: Variasi Cak – Lukman Nyoto (1925 – hilang 1965)
Lukman Nyoto (1925 – hilang 1965)Variasi Cak Cak-cakcak-cak-cak-cakcak-cakcak-cak-cak-cakpenari petani menaridi Blahbatuh sinimata menari perut menarimenuntut merdeka dan nasicak-cakcak-cak-cak-caksatu bedilsatu cangkulcak-cakcak-cak-cak-cakimperialismekanan barufeodalismesi kepala batukita tinjusatu per satucak-cakcak-cak-cak-cakcak-cakcak-cak-cak-cak Blahbatuh, Maret 1962. Sumber: […]
Puisi: Ombak Pariaman – F.L. Risakotta
F.L. RisakottaOmbak Pariaman Di depanku laut lepas,hati ingin semua bebas. Di belakangku kota perkasa,di balik terali kawan-kawan terpenjara. Petani Pariaman ombak perkasa,Pulau Angsa hijau semesta;sampai kemanapun datang berita,petani mendukung revolusinya […]
Puisi: Dibawah Lampu – F.L. Risakotta
F.L. RisakottaDibawah Lampu Detik waktu tiba dalam dadaterasa tiada jua malam kan laluSampai jauhorang ramai di tepi sungailentera membulan di air-airsang tadi, kerja manusia bahagiamalam ini, cinta manusia terasa Sumber: […]
Puisi: Terdampar – F.L. Risakotta
F.L. RisakottaTerdampar I. di Peking aku berkaca, wajah seorang manusianyata membayang kemenangan kulintasi Huang Ho dan Yang Tsewajah tambah seribu kejayaan dan harapan di Kunning cinta terpisah di batas nyataterasa […]
