Z. Pangaduan Lubis (1937-2011)Sifat ke-3 tatkala rubuhdalam gelapcermin seribu cermintak cuaca yang tahucara mengatakan dukaagar sempurnakurasa akupun tak tahu karena jauh suara angindalam rumput hilang warnajejakdesa tertinggaltak berbenah lagiserupa burung […]
Puisi: Pikiran – Z. Pangaduan Lubis (1937-2011)
Z. Pangaduan Lubis (1937-2011)Pikiran kemaren aku melintas lagidengan bimbangku yang lamatertindih cuaca kemarautempatnya entah di manaseorang penyabit rumputtengadah menghapus keringatkelihatan matanyaamat sayang pada anak-anaknamun kami tak bertegurancuma sejenak jadi lupa […]
Puisi: Di Puncak Bukit Ilalang – Nyoman Wirata (l. 1957)
Nyoman Wirata (l. 1957)Di Puncak Bukit Ilalang Angin yang berbau cendanamembikin yang di padang-ilalang itu kesurupanUpacara yang ada hanyalah upacara sepidan yang tertunduk dalam pandangan losdibangkitkan ruhnyaYa, angin berbau cendanalah […]
Puisi: Aku Memungut Bendera dan Air Mata Seekor Elang – Nyoman Wirata (l. 1957)
Nyoman Wirata (l. 1957)Aku Memungut Bendera dan Air Mata Seekor Elang Pagi ini aku memungut airmata seekor elangKukira kesedihanSebab luka mengangaTapi tak bersua di sana sebab lukaTak ada hubungannya dengan […]
Puisi: Sunyi Bukan Pengasingan – Nyoman Wirata (l. 1957)
Nyoman Wirata (l. 1957)Sunyi Bukan Pengasingan Sunyi tak memiliki tempat khususTanpa ruang tungguSeperti ruang praktik para dokterKebijakannyaTak pernah bersekutuAtau berseteruKastanya adalah melayaniMantranya suara suksmaBerkelana di sepanjang abadTanpa upacara dan perayaanPintu […]
Puisi: Sajak – Nyoman Wirata (l. 1957)
Nyoman Wirata (l. 1957)Sajak Api menyala atas Nyaladi tengah hariApi menggugah nyawayang diberiHari ini,bunga memerah atas darah yang tesirapdari nadi yang muncratAsap menggelinjang dari jiwa yang gelinjangmencebur ke dalam anginWicara […]
Puisi: Ada Wayang, Ada Pula Topeng – Nyoman Wirata (l. 1957)
Nyoman Wirata (l. 1957)Ada Wayang, Ada Pula Topeng Ada wayangAda topengdi luar puradipertunjukkan Mata yang jeli pasti tak bimbangmencari-carikukarena kududuk nyenyap berdebudalam keriuhan legendadan babad para satriasambil kusimak arti di […]
Puisi: Sajak Pintu – Abrar Yusra (1943-2015)
Abrar Yusra (1943-2015) Sajak Pintu Ditanya di mana tentulah di pintu Dicari di mana tentulah di pintu entah kenapa terus-terusan di pintulah aku: Pintu kamar Pintu dapur Pintu […]
Puisi: Jembatan Penyeberangan Kramat Pagi Hari – Abrar Yusra (1943-2015)
Abrar Yusra (1943-2015) Jembatan Penyeberangan Kramat Pagi Hari Mata pedas tidur. Tak bisa tidur Siapa acuh pada pagi, yang tidak membersihkan udara bau minyak di jalanan. Aku tak […]
