Acep Zamzam Noor Di antara dua pantai. Seperti juga alamat rindu Tersesatlah kita dalam panjangnya sebuah ciuman Serta rimbunnya sulur-sulur pohon kenangan: Tenggelam dalam tahun-tahun yang bergaram Hanyut dan megap-megap […]
Author: Editor
Puisi: Menjadi Penyair Lagi – Acep Zamzam Noor
Acep Zamzam Noor Melva, di Karang Setra, kutemukan helai-helai rambutmu Di lantai keramik yang licin. Aku selalu terkenang kepadamu Setiap melihat iklan sabun, shampo atau pasta gigi Atau setiap kali […]
Dari Kami: Puisi Gigantis dan Puisi Generik
Oleh Hasan Aspahani APA yang generik adalah sesuatu yang tak bisa dibedakan satu sama lain. Ia adalah barang konsumsi yang tak perlu diberi merek. Ia adalah produk massal. Yang dikejar […]
Puisi: Perbaruan Tekad – H.B. Jassin (1917-2000)
H.B. Jassin (1917-2000) Di tempatku terpencil jauh terasing Kudengar suaramu penyanyi radio Engkau menghibur hati dan jiwa Orang yang sakit badan merana Di tempatku terpencil jauh terasing Kubaca madahmu, wahai […]
Puisi: Jembatan Tua – Toto Sudarto Bachtiar (1929-2007)
Toto Sudarto Bachtiar (1929-2007) Sudah begitu lama, masih juga aku lalu Berapa banyak kaki telanjang dan bersepatu Menggetarkan tangan-tangannya Yang siang begitu menyala dan malam begitu biru Bergandengan tangan kadang […]
Puisi: The Beginning of The End – Sitor Situmorang (1923-2014)
Sitor Situmorang (1923-2014) Sekira pertemuan ini dapat dipisah dari sepi pernikahan gerak dan mati, kaulah isengku yang menghamilkan dan keperawanan yang tahu. Tapi bila pandangmu mendapat warna rambutku, akan berulang […]
Puisi: Rumah- Sitor Situmorang (1923-2014)
Sitor Situmorang (1923-2014) Laut dan darat tak dapat lagi didiami Benahilah kamar di hatimu Atau – mari diam dalam rumahku, Bumi yang tak berumah satu Atau – tahanlah sendiri (Lama […]
Tentang Bob Dylan, Hadiah Nobel, dan Pelecehan Sastra
Jann S. Wenner: Sering ketemu Allen Ginsberg? Bob Dylan: Tak terlalulah. Tak terlalu sering. Jann S. Wenner: Menurut Anda seberapa besar dia berpengaruh pada penulisan lagu Anda? Bob Dylan: Saya […]
Puisi: Dibawa Gelombang – Sanusi Pane (1905-1968)
Sanusi Pane (1905-1968) Alun membawa bidukku perlahan Dalam kesunyian malam waktu Tidak berpawang tidak berkawan Entah kemana aku tak tahu Jauh di atas bintang kemilau Seperti sudah berabad-abad Dengan damai […]
