• Mata Puisi
  • Vlog Juru Baca
  • Arsip Horison 1966 – 1990
Antologi Hari Puisi

Menu

Skip to content
  • Beranda
    • Esai
    • Buku
    • Puisi
    • Penyair
    • Wawancara
  • Antologi Tumbuh
  • Situs Bagus
  • Daftar (sementara) Penyair

Author: Editor

Puisi: Surat Bulan Maret – Goenawan Monoharto

Posted on 2 Juli 2017 by Editor

 Goenawan Monoharto -padamu cinta di negeri asing sebaiknya memang kita tak jumpa supaya kerut di rupa tanda tua juga tidak tampak meski kau tambah cantik dengan rambut keabu-abuan biarlah seperti […]

Posted in Puisi Tagged Goenawan Monoharto, Puisi Leave a comment

Puisi: Tanah Kelahiran, 7 – Ramadhan K.H. (1927-2006)

Posted on 23 Juni 2017 by Editor

Ramadhan K.H. (1927-2006) Setengah bulatan bumi kusilang arah membusur, Nyatanya aku hanya pengembara Seruling dan pantun di malam gelap menyeret pulang turun di kali Citarum. Dan aku kembali ke pangkuan […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Ramadhan KH Leave a comment

Puisi: Dendang Sayang, 1 – Ramadhan K.H. (1927-2006)

Posted on 23 Juni 2017 by Editor

Ramadhan K.H. (1927-2006) Di Cikajang ada gunung, lembah lengang nyobek hati, bintang pahlawan di dada, sepi di atas belati; kembang rampe di kuburan, selalu jauh kekasih. Di Cikajang ada kurung, […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Ramadhan KH Leave a comment

Puisi: Sesudah Topan – Sutan Takdir Alisjahbana (1908-1994)

Posted on 22 Juni 2017 by Editor

Sutan Takdir Alisjahbana (1908-1994) Bertiup, bertiuplah topan! Liukan, lengkungkan, patahkan, hempaskan jangan sepala. Terbangkan daun sampai ke langit. Tundukkan puncak menyembah bumi, Serakkan ranting menabur tanah. Biar mengaduh, biar mengelur […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Sutan Takdir Alisjahbana Leave a comment

Puisi: Seindah Ini – Sutan Takdir Alisjahbana (1908-1994)

Posted on 22 Juni 2017 by Editor

Sutan Takdir Alisjahbana (1908-1994)                     Tuhan,              Terdengarkah kepadamu himbau burung di hutan sunyi meratapi siang di senja hari?              Remuk hancur rasa diri memandang sinar lenyap menjauh di […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Sutan Takdir Alisjahbana Leave a comment

Puisi: Dalam Aku – Armijn Pane (1908-1970)

Posted on 22 Juni 201722 Juni 2017 by Editor

Armijn Pane (1908-1970) Dalam aku merenda Ingatan mengenang ketika, Jam-jam kita berkata Dalam aku merenda, Gerak jari ada kata, Menghitung jam-jam kita bersua Dalam aku menyisir, Hati terkenang desir, Lampu […]

Posted in Puisi Tagged Armijn Pane, Puisi Leave a comment

Puisi: Bertemu – Armijn Pane (1908-1970)

Posted on 22 Juni 201722 Juni 2017 by Editor

Armijn Pane (1908-1970) Di tepi pantai laut kami bersua, Dan kami memandang ke dalam mata masing-masing, Yang penuh sengsara, penuh duka, Karena negeri digenggam bangsa asing. Dengan diam kami berjabat […]

Posted in Puisi Tagged Armijn Pane, Puisi Leave a comment

Puisi: Nelayan Sangihe – J.E. Tatengkeng (1907- 1968)

Posted on 22 Juni 2017 by Editor

J.E. Tatengkeng (1907- 1968) Dilengkungi langit berhias bintang, Caya bulan di ombak menitik, Embun berdikit turun menitik, Engkau menantikan ikan datang. Mengapa termenung, Apatah direnung? Mengapa lagumu tersayup-sayup, Mengapa mata […]

Posted in Puisi Tagged J.E. Tatengkeng, Puisi Leave a comment

Esai: Bicara Tentang Kritik Sastra

Posted on 15 Juni 2017 by Editor

Oleh Subagio Sastrowardoyo Catatan: Artikel ini disalin dari majalah Horison No. 6 Tahun 1966. Subagio Sastrowardoyo menganjurkan pentingnya penelusuran  dan penulisan sejarah kritik sastra. Ia berpendapat bahwa kemantapan dan kesibukan […]

Posted in Esai Tagged Esai, Subagio Sastrowardoyo Leave a comment

Posts navigation

← Older posts
Newer posts →

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Arsip

RSS Antologi Hari Puisi

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA
  • Esai: Tugas Seorang Penyair – Hasan Aspahani
  • Esai: Perahu sebagai Tamsil Tubuh, dari Fansuri hingga Rengganis
  • Puisi: Ngagel – Mardi Luhung (l. 1965)

Tag

Abdul Hadi WM Acep Zamzam Noor Agam Wispi Agenda Amir Hamzah Anekdot Avianti Armand Ayatrohaedi Badruddin Emce bukhari aljauhari Chairil Anwar Dami N. Toda Djajanto Supra Doddi Ahmad Fauji D Zawawi Imron Esai Frans Nadjira Goenawan Mohamad H. Amang Rahman Jubair Hasan Aspahani Hasif Amini HPI2017 HR. Bandaharo J.E. Tatengkeng Korrie Layun Rampan Mawie Ananta Jonie Mh. Rustandi Kartakusuma Muhammad Yamin Nina Minareli Penyair Pranita Dewi Puisi Putu Vivi Lestari Rendra Rida K. Liamsi Rivai Apin Saini KM Sapardi Djoko Damono setia naka andrian Subagio Sastrowardoyo Sutardji Calzoum Bachri Tjak S. Parlan Toeti Heraty Trisno Sumardjo Wiji Thukul

Hari Puisi | Antologi Puisi Indonesia

Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu. Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat - "Catetan Th. 1946" - Chairil Anwar

Tulisan Terbaru

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika

Kontak Kerjasama

jurubaca@gmail.com (Email)

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Telusuri Isi

Arsip

Antologi Tumbuh

Situs ini berupaya memuat puisi Indonesia dari titik awal sejauh yang bisa kami telusuri, hingga ke titik paling mutakhir di mana kami yakin puisi tersebut telah atau akan meninggalkan jejak yang  mewakili perkembangan dan pencapaian serta memberi sumbangan yang memperkaya cara ucap dan tema dalam puisi kita.

Sejak 2016 | Dikelola oleh Hasan Aspahani