Beni Setia (l. 1954) (kita tidak sedang menunggu. Lepas dari kefanaan) kita tidak sedang menunggu. Lepas dari kefanaan dan meluncur masuk keabadian. Meski mungkin akan tetap menderita. Senantiasa, di sini, […]
Author: Editor
Puisi: Catatan dari Serang – Putu Oka Sukanta (l. 1939)
Putu Oka Sukanta (l. 1939) Catatan dari Serang angin sepoi membangun badai ada aku rasakan dalam imbauan sinar bulan yang bergayut diubun-ubun kota serang sedalam apa lesu dibadan terhembus hilang […]
Puisi: Yatim Piatu – Putu Oka Sukanta (l. 1939)
Putu Oka Sukanta (l. 1939) Yatim Piatu belum jemu juga melagu sendu lukanya hati pecahnya hati kemarin pagi ayah pergi tadi sore ibu lari tetes darah tetes darah laut tak […]
Puisi: Waktu – Putu Oka Sukanta (l. 1939)
Putu Oka Sukanta (l. 1939) Waktu III betapa tidak sabarnya aku menunggumu waktu halaman telah kuukur berulang kali di pagi dan sore hari, jalan kaki nafas telah kulatih panjang […]
Puisi: Sepotong Kueh Dunia, Bali – Putu Oka Sukanta (l. 1939)
Putu Oka Sukanta (l. 1939) Sepotong Kueh Dunia, Bali Sepotong kueh dunia, Bali langit kehilangan rembulan Denpasar dan pantai kuta dijilati lidah lidah nyala lilin berayun ayun pengantar perenungan korban […]
Puisi: St. Klara. Autumn 1986 – Wendoko (l. 1968)
Wendoko (l. 1968) St. Klara. Autumn 1986 (1st Postcard) Pagi ini aku bangun dengan setumpuk benda di kepala. Sikat dan pasta gigi — aku menyikat gigi […]
