• Mata Puisi
  • Vlog Juru Baca
  • Arsip Horison 1966 – 1990
Antologi Hari Puisi

Menu

Skip to content
  • Beranda
    • Esai
    • Buku
    • Puisi
    • Penyair
    • Wawancara
  • Antologi Tumbuh
  • Situs Bagus
  • Daftar (sementara) Penyair

Author: Editor

Puisi: Di Depan Meja Rias – Oka Rusmini

Posted on 5 Januari 2017 by Editor

Oka Rusmini sebatang lipstik mendekat. Aromanya liar. dengan pandai dilumatnya bibirku. dia meneteskan: arak, kekentalan susu, dan aroma asin aku melihat topeng menari-nari lewat mataku (seorang laki-laki mendekat) Kau perlukan […]

Posted in Puisi Tagged Oka Rusmini, Puisi Leave a comment

Puisi: Jalan Slamet Riyadi Solo – Wiji Thukul (1963- hilang 1998)

Posted on 5 Januari 20175 Januari 2017 by Editor

Wiji Thukul (1963 – hilang 1998) dulu kanan dan kiri jalan ini pohon-pohon asam besar melulu saban lebaran dengan teman sekampung jalan berombongan ke taman sriwedari nonton gajah banyak yang […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Wiji Thukul Leave a comment

Puisi: Di Atas Nisan, di Hari Raya Kubur – Hanna Fransisca

Posted on 5 Januari 201730 Juli 2017 by Editor

Hanna Fransisca Ini hari raya, sayang, kenakan gelang kalung berlian sutera. Bawa anak, bawa cucu. bawa cicit. Jangan lupa bersolek. Jangan lupa dandan molek. Bawa mobil paling mewah. Bawa cerita […]

Posted in Puisi Tagged Hanna Fransisca, Puisi Leave a comment

Puisi: Bunga dan Tembok – Wiji Thukul (1963 – hilang 1998)

Posted on 5 Januari 2017 by Editor

Wiji Thukul (1963 – hilang 1998)  Seumpama bunga Kami adalah bunga yang tak Kau hendaki tumbuh Engkau lebih suka membangun Rumah dan merampas tanah Seumpama bunga Kami adalah bunga yang […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Wiji Thukul Leave a comment

Puisi: Tetangga Sebelahku – Wiji Thukul (1963- hilang 1998)

Posted on 5 Januari 20175 Januari 2017 by Editor

Wiji Thukul (1963- hilang 1998) tetangga sebelahku pintar bikin suling bambu dan memainkan banyak lagu tetangga sebelahku kerap pinjam gitar nyanyi sama anak-anaknya kuping sebelahnya rusak dipopor senapan tetangga sebelahku […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Wiji Thukul Leave a comment

Puisi: Kota Cahaya – Isbedy Stiawan ZS (l.1958)

Posted on 5 Januari 201720 Maret 2018 by Editor

Isbedy Stiawan ZS (l. 1958) Kota Cahaya (tanjungkarang-telukbetung) (satu) sebuah kota cahaya lahir di wajahmu aku pun singgah. jika diperkenankan aku hendak mendirikan rumah di sini dengan pintu atau jendela […]

Posted in Puisi Tagged Isbedy Stiawan ZS, Puisi Leave a comment

Puisi: Bajak untuk Petani – Sobron Aidit (1934-2007)

Posted on 5 Januari 20175 Januari 2017 by Editor

Sobron Aidit (1934-2007) Apakah yang lebih indah di dunia ini Selain mempertahankan tanah kepunyaan sendiri? Kalian berjuang untuk makan Di kampung halaman Kampung yang terasing oleh tangan-tangan laknat Tapi betapa […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, Sobron Aidit Leave a comment

Puisi: Di Daun Tingkap Yang Patah Sebelah – Marhalim Zaini

Posted on 4 Januari 2017 by Editor

Marhalim Zaini Dari lorong tubuhnya, terdengar sorak anak-anak, Memukul-mukul sayak. Rampak tempurung retak, “Pukimak! Jangan memekak!” Dulu, ia ibu segala ibu. Yang dari laut mengadu surut ke sungai-sungai yang beranak […]

Posted in Puisi Tagged Marhalim, Puisi Leave a comment

Puisi: Ngaben – Pranita Dewi (l. 1987)

Posted on 4 Januari 201728 Juni 2021 by Editor

Pranita Dewi (l. 1987) 1. Hanya ada nyala, nyala, dan nyala serta senja yang karam perlahan di garis laut yang jauh: di sana, matahari, lentera kekal itu, setia menunggu abuku […]

Posted in Puisi Tagged Pranita Dewi, Puisi Leave a comment

Posts navigation

← Older posts
Newer posts →

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Arsip

RSS Antologi Hari Puisi

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA
  • Esai: Tugas Seorang Penyair – Hasan Aspahani
  • Esai: Perahu sebagai Tamsil Tubuh, dari Fansuri hingga Rengganis
  • Puisi: Ngagel – Mardi Luhung (l. 1965)

Tag

Abdul Hadi WM Acep Zamzam Noor Agam Wispi Agenda Amir Hamzah Anekdot Avianti Armand Ayatrohaedi Badruddin Emce bukhari aljauhari Chairil Anwar Dami N. Toda Djajanto Supra Doddi Ahmad Fauji D Zawawi Imron Esai Frans Nadjira Goenawan Mohamad H. Amang Rahman Jubair Hasan Aspahani Hasif Amini HPI2017 HR. Bandaharo J.E. Tatengkeng Korrie Layun Rampan Mawie Ananta Jonie Mh. Rustandi Kartakusuma Muhammad Yamin Nina Minareli Penyair Pranita Dewi Puisi Putu Vivi Lestari Rendra Rida K. Liamsi Rivai Apin Saini KM Sapardi Djoko Damono setia naka andrian Subagio Sastrowardoyo Sutardji Calzoum Bachri Tjak S. Parlan Toeti Heraty Trisno Sumardjo Wiji Thukul

Hari Puisi | Antologi Puisi Indonesia

Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu. Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat - "Catetan Th. 1946" - Chairil Anwar

Tulisan Terbaru

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika

Kontak Kerjasama

jurubaca@gmail.com (Email)

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Telusuri Isi

Arsip

Antologi Tumbuh

Situs ini berupaya memuat puisi Indonesia dari titik awal sejauh yang bisa kami telusuri, hingga ke titik paling mutakhir di mana kami yakin puisi tersebut telah atau akan meninggalkan jejak yang  mewakili perkembangan dan pencapaian serta memberi sumbangan yang memperkaya cara ucap dan tema dalam puisi kita.

Sejak 2016 | Dikelola oleh Hasan Aspahani