Oka Rusmini sebatang lipstik mendekat. Aromanya liar. dengan pandai dilumatnya bibirku. dia meneteskan: arak, kekentalan susu, dan aroma asin aku melihat topeng menari-nari lewat mataku (seorang laki-laki mendekat) Kau perlukan […]
Author: Editor
Puisi: Jalan Slamet Riyadi Solo – Wiji Thukul (1963- hilang 1998)
Wiji Thukul (1963 – hilang 1998) dulu kanan dan kiri jalan ini pohon-pohon asam besar melulu saban lebaran dengan teman sekampung jalan berombongan ke taman sriwedari nonton gajah banyak yang […]
Puisi: Di Atas Nisan, di Hari Raya Kubur – Hanna Fransisca
Hanna Fransisca Ini hari raya, sayang, kenakan gelang kalung berlian sutera. Bawa anak, bawa cucu. bawa cicit. Jangan lupa bersolek. Jangan lupa dandan molek. Bawa mobil paling mewah. Bawa cerita […]
Puisi: Bunga dan Tembok – Wiji Thukul (1963 – hilang 1998)
Wiji Thukul (1963 – hilang 1998) Seumpama bunga Kami adalah bunga yang tak Kau hendaki tumbuh Engkau lebih suka membangun Rumah dan merampas tanah Seumpama bunga Kami adalah bunga yang […]
Puisi: Tetangga Sebelahku – Wiji Thukul (1963- hilang 1998)
Wiji Thukul (1963- hilang 1998) tetangga sebelahku pintar bikin suling bambu dan memainkan banyak lagu tetangga sebelahku kerap pinjam gitar nyanyi sama anak-anaknya kuping sebelahnya rusak dipopor senapan tetangga sebelahku […]
Puisi: Kota Cahaya – Isbedy Stiawan ZS (l.1958)
Isbedy Stiawan ZS (l. 1958) Kota Cahaya (tanjungkarang-telukbetung) (satu) sebuah kota cahaya lahir di wajahmu aku pun singgah. jika diperkenankan aku hendak mendirikan rumah di sini dengan pintu atau jendela […]
Puisi: Bajak untuk Petani – Sobron Aidit (1934-2007)
Sobron Aidit (1934-2007) Apakah yang lebih indah di dunia ini Selain mempertahankan tanah kepunyaan sendiri? Kalian berjuang untuk makan Di kampung halaman Kampung yang terasing oleh tangan-tangan laknat Tapi betapa […]
Puisi: Di Daun Tingkap Yang Patah Sebelah – Marhalim Zaini
Marhalim Zaini Dari lorong tubuhnya, terdengar sorak anak-anak, Memukul-mukul sayak. Rampak tempurung retak, “Pukimak! Jangan memekak!” Dulu, ia ibu segala ibu. Yang dari laut mengadu surut ke sungai-sungai yang beranak […]
Puisi: Ngaben – Pranita Dewi (l. 1987)
Pranita Dewi (l. 1987) 1. Hanya ada nyala, nyala, dan nyala serta senja yang karam perlahan di garis laut yang jauh: di sana, matahari, lentera kekal itu, setia menunggu abuku […]
