Acep Zamzam Noor Kau yang diselubungi asap Kau yang mengendap seperti candu Kau yang bersenandung dari balik penjara Tanganmu buntung karena menyentuh matahari Sedang kakimu lumpuh Aku mencintaimu Dengan lambung […]
Author: Editor
Puisi: Aku Tulis Puisi – Juniarso Ridwan
Juniarso Ridwan aku tulis puisi tentang laut biru, tapi terbaca ledakan bom dan kematian. aku tulis puisi tentang harapan hari esok, tapi terbaca rangkaian konflik dan cucuran darah. aku tulis […]
Puisi: Di Beranda Rumah, Sore Hari – Juniarso Ridwan
Juniarso Ridwan bajuku bercerita tentang perselingkuhan suami-istri, gara-gara noda lipstik pada kaos dalam; lalu erangan jendela sampai terdengar ke pojok-pojok pasar. Di sini, rumah tangga jadi kalut karena dililit piutang, […]
Puisi: Perasaan Seni – J.E. Tatengkeng (1907-1968)
J.E. Tatengkeng (1907-1968) Bagaikan banjir gulung gemulung, Bagaikan topan seruh menderuh, Demikian rasa Datang semasa, Mengalir, menimbun, mendesak mengepung Memenuhi sukma, menawan tubuh. Serasa manis sejuknya embun Selagu merdu dersiknya […]
Puisi: Perempuan – Slamet Sukirnanto (1941-2014)
Slamet Sukirnanto (1941-2014) Bagaikan sungai Ketika sampan menyusuri Gaib mimpi – Menderas ke hilir Menembus kabut Menggapai lemah Dunia lain – Hanyut dalam senandungmu Menguraikan was-was Atau cemas: masuk gerbang […]
Puisi: Tamasya – Soni Farid Maulana
Soni Farid Maulana – untuk Rendra di pantai laut merah di tepi kota Jeddah tak kutemukan jejak musa selain deretan cafe dan wajah para pelancong yang lelah yang datang dari […]
Esai: Penyair, Belajar, dan Membuat Sejarah
Oleh Rida K Liamsi Penyair dan Budayawan Riau BAGAIMANA memperkuat akar perpuisian di Indonesia? Ini tema yang terkesan agak galau, cemas, seakan bimbang tentang nasib perpuisian dan juga kepenyairan di […]
Puisi: Sepanjang Jalanan – Ahda Imran (l. 1966)
Ahda Imran (l. 1966) Sepanjang Jalanan Kutulis sajak ini di atas seekor kudaketika lorong-lorong angin menghembuskansuaramu jauh ke ruang-ruang bawah tanahdi kejauhan mereka membuat senjadari tanah air penuh bendera. Malamseperti […]
Puisi: Hak Oposisi – Rendra (1935-2009)
Rendra (1935-2009) Aku bilang tidak, aku bilang ya, menurut nuraniku. Kamu tidak bisa mengganti nuraniku dengan peraturan. Adalah tugasmu untuk membuktikan hahwa kebijaksanaanmu pantas mendapat dukungan. Tapi dukungan – tidak […]
