Sitor Situmorang (1923-2014) Apa yang tak dapat kauhancurkan dengan tangan, Hancurkanlah dengan sajak, dengan demikian kau membangun lagi dindingnya waktu. Sumber: “Dinding Waktu” (Budaya Jaya, 1976)
Author: Editor
Puisi: Matinya Seorang Penyair – Subagio Sastrowardoyo (1924-1995)
Subagio Sastrowardoyo (1924-1995) napas begitu tipis seperti kaca jangan dipecahkan dengan berkata-kata keheningan jadi pengiring paling setia bagi kelana di kelam buta hari kemarin sudah tiada betapa lama sebelum rela […]
Puisi: Jalan Ubud – Kirdjomuljo (1930-2000)
Kirdjomuljo (1930-2000) Begitu ia menyimpan rahasia hijau memberat sunyi mendalam Begitu ia menyimpan peristiwa antara hati dan bunga antara benar dan dahaga Dahaga akan kebenaran lain dahaga akan darah dahaga […]
Puisi: Daun-Daun Jatuh – Sapardi Djoko Damono
Sapardi Djoko Damono Daun-daun jatuh selembar demi selembar kaupun tengah menyaksikannya lewat jendela Mereka semua para tetangga kita, yang selalu mengangguk setiap kita menyingkapkan tirai jendela; barangkali pernah kukatakan sesuatu […]
Puisi: Kudaputih – Sutardji Calzoum Bachri
Sutardji Calzoum Bachri kudaputih-kudaputihku kudaputih dari angin, kudaputih dari batu menderap dalam angin, berpacu lewat batu kudametari geliat tegap mengoyak gelap ai jatuh bulan dari punggungnya! kudaputihku kuda lapar pahatan […]
Puisi: Sang Sing Song – Ibrahim Sattah (1945-1988)
Ibrahim Sattah (1945-1988) Sekarang sedang musim Sang Sing Song yang satu Sang yang satu Sing yang satu Song Sang menjadi raja Punya negeri Punya […]
Puisi: Aide Memoire – Umbu Landu Paranggi
Umbu Landu Paranggi bukalah jendela, di luar angin menyiapkan pelaminan kemarau sebelum burung-burung dan daunan luput dari nyalang pandang dukaku catatan-catatan mengubur segala kecewa upacara kecil hari-hari kelampauanku bukalah kerudung […]
Puisi: Apel dan Roti – Nirwan Dewanto
Nirwan Dewanto Di balik dua butir apel selalu ada sekeping matahari Hijau, sehingga pisaumu tentu akan tersipu malu Menatap merah yang selalu padam itu. Di antara dua potong roti selalu […]
Puisi: Melodia – Umbu Landu Paranggi
Umbu Landu Paranggi cintalah yang membuat diri betah untuk sesekali bertahan karena sajak pun sanggup merangkum duka gelisah kehidupan baiknya mengenal suara sendiri dalam mengarungi suara-suara luar sana sewaktu-waktu mesti […]
