• Mata Puisi
  • Vlog Juru Baca
  • Arsip Horison 1966 – 1990
Antologi Hari Puisi

Menu

Skip to content
  • Beranda
    • Esai
    • Buku
    • Puisi
    • Penyair
    • Wawancara
  • Antologi Tumbuh
  • Situs Bagus
  • Daftar (sementara) Penyair

Author: Editor

Puisi: Aneka Surga – Joshua Igho (l. 1968)

Posted on 29 Mei 202129 Mei 2021 by Editor

Joshua Igho (l. 1968)Aneka Surga surga adalah selembar kain satinberwarna biru lautmenyerap cahaya mataharilalu memantulkan di gelap malam surga adalah seekor ikan fatindi tangan juru masak kapal pesiarberlumur rempah dari […]

Posted in Puisi Tagged joshua igho, Puisi Leave a comment

Puisi: Puisi yang Mencari Alamat – Joshua Igho (l. 1968)

Posted on 29 Mei 202129 Mei 2021 by Editor

Joshua Igho (l. 1968)Puisi yang Mencari Alamat /1/engkau, puisi yang tergelincir dari langitbergulung-gulung di dinding tebinglalu jatuh di rumput lembahingin aku menyeka wajah letihmuwajah pencarian /2/engkau, puisi yang mati suriterbaring […]

Posted in Puisi Tagged joshua igho, Puisi Leave a comment

Puisi: Lebaran – Susy Ayu (l. 1972)

Posted on 28 Mei 202128 Mei 2021 by Editor

Susy Ayu (l. 1972)Lebaran hatiku sebatang kembang apikau sulut dan terbakar di awangsambil kau bertepuk tangan kumaafkan engkauuntuk kegembiraan yang kekanak-kanakan (magelang, 2011) Sumber: Kompas, 14 Mei 20212.  

Posted in Puisi Tagged Puisi, susy ayu Leave a comment

Puisi: Menjadi Genangan – Susy Ayu (lahir 1972)

Posted on 28 Mei 202128 Mei 2021 by Editor

Susy Ayu (lahir 1972)Menjadi Genangan kamulah Tobagenangan air mata purbaduka yang membeku sebagai dinding kawah kau kutuk aku dengan cintamuberjaga sebagai mehnir di gerbang-gerbang hutasampai kau sudahi tujuh puluh tujug […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, susy ayu Leave a comment

Puisi: Sebuah Pengakuan – Fitri Yani (l. 1986)

Posted on 26 Mei 202126 Mei 2021 by Editor

Fitri Yani (l. 1986)Sebuah Pengakuan benar, bahwa aku yang lebih dulu menggodamu di bawah pohonitu. sebab kau musafir kelaparan yang hampir mati berperangmelawan cuaca. dadamu berlubang, aku bisa melihat lorong […]

Posted in Puisi Tagged Fitri Yani, Puisi Leave a comment

Puisi: Tentang Makna yang Kucatat – Susy Ayu (l. 1972)

Posted on 26 Mei 202126 Mei 2021 by Editor

Susy Ayu (l. 1972)Tentang Makna yang Kucatat Aku pernah berada di luar sejarahketika hidupku tak dimaknai sejenis tanaman merambatke arah mentari sesekali berbunga dan senang bersamamu,di taman ini aku mampu […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, susy ayu Leave a comment

Puisi: Secangkir Lumpur – Susy Ayu (l. 1972)

Posted on 26 Mei 202126 Mei 2021 by Editor

Susy Ayu (l. 1972)Secangkir Lumpur beratus ratus kilometer pencarianku setelah gaungdi dada-dada yang berlubang tangismembusuk di tiang-tiang rumahmengganjal katupan mataku sebab lelah sia-sia berteriaksejak empat tahun lalu tak ada yg […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, susy ayu Leave a comment

Puisi: Seperti Makassar, Kini Kuterenggut oleh Bisumu – Susy Ayu (l. 1972)

Posted on 26 Mei 202126 Mei 2021 by Editor

Susy Ayu (l. 1972)Seperti Makassar, Kini Kuterenggut oleh Bisumu di muara Jeneberang ku menunggusebelum kangen mengutukkumenjadi batu batu Sombaopu yang kau susununtuk tak bercakap denganku apa yang kau saksikan, kekasih?ketika […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, susy ayu Leave a comment

Puisi: Shanghai – Lukman Nyoto (1925 – hilang 1965)

Posted on 26 Mei 202126 Mei 2021 by Editor

Lukman Nyoto (1925 – hilang 1965)Shanghai Di ShanghaiSrigala pernah kuasaDi ShanghaiManusia kini kuasa Shanghai rumahPetualangpetualang laknat?Shanghai rumahProletariat!Selamattinggal papan di taman HuangpuTaman ini taman TiongkokAnjingpun boleh masukCuma imprealis yang tidak! Troli […]

Posted in Puisi Tagged nyoto, Puisi Leave a comment

Posts navigation

← Older posts
Newer posts →

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Arsip

RSS Antologi Hari Puisi

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA
  • Esai: Tugas Seorang Penyair – Hasan Aspahani
  • Esai: Perahu sebagai Tamsil Tubuh, dari Fansuri hingga Rengganis
  • Puisi: Ngagel – Mardi Luhung (l. 1965)

Tag

Abdul Hadi WM Acep Zamzam Noor Agam Wispi Agenda Amir Hamzah Anekdot Avianti Armand Ayatrohaedi Badruddin Emce bukhari aljauhari Chairil Anwar Dami N. Toda Djajanto Supra Doddi Ahmad Fauji D Zawawi Imron Esai Frans Nadjira Goenawan Mohamad H. Amang Rahman Jubair Hasan Aspahani Hasif Amini HPI2017 HR. Bandaharo J.E. Tatengkeng Korrie Layun Rampan Mawie Ananta Jonie Mh. Rustandi Kartakusuma Muhammad Yamin Nina Minareli Penyair Pranita Dewi Puisi Putu Vivi Lestari Rendra Rida K. Liamsi Rivai Apin Saini KM Sapardi Djoko Damono setia naka andrian Subagio Sastrowardoyo Sutardji Calzoum Bachri Tjak S. Parlan Toeti Heraty Trisno Sumardjo Wiji Thukul

Hari Puisi | Antologi Puisi Indonesia

Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu. Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat - "Catetan Th. 1946" - Chairil Anwar

Tulisan Terbaru

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika

Kontak Kerjasama

jurubaca@gmail.com (Email)

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Telusuri Isi

Arsip

Antologi Tumbuh

Situs ini berupaya memuat puisi Indonesia dari titik awal sejauh yang bisa kami telusuri, hingga ke titik paling mutakhir di mana kami yakin puisi tersebut telah atau akan meninggalkan jejak yang  mewakili perkembangan dan pencapaian serta memberi sumbangan yang memperkaya cara ucap dan tema dalam puisi kita.

Sejak 2016 | Dikelola oleh Hasan Aspahani