Joshua Igho (l. 1968)Aneka Surga surga adalah selembar kain satinberwarna biru lautmenyerap cahaya mataharilalu memantulkan di gelap malam surga adalah seekor ikan fatindi tangan juru masak kapal pesiarberlumur rempah dari […]
Author: Editor
Puisi: Puisi yang Mencari Alamat – Joshua Igho (l. 1968)
Joshua Igho (l. 1968)Puisi yang Mencari Alamat /1/engkau, puisi yang tergelincir dari langitbergulung-gulung di dinding tebinglalu jatuh di rumput lembahingin aku menyeka wajah letihmuwajah pencarian /2/engkau, puisi yang mati suriterbaring […]
Puisi: Lebaran – Susy Ayu (l. 1972)
Susy Ayu (l. 1972)Lebaran hatiku sebatang kembang apikau sulut dan terbakar di awangsambil kau bertepuk tangan kumaafkan engkauuntuk kegembiraan yang kekanak-kanakan (magelang, 2011) Sumber: Kompas, 14 Mei 20212.
Puisi: Menjadi Genangan – Susy Ayu (lahir 1972)
Susy Ayu (lahir 1972)Menjadi Genangan kamulah Tobagenangan air mata purbaduka yang membeku sebagai dinding kawah kau kutuk aku dengan cintamuberjaga sebagai mehnir di gerbang-gerbang hutasampai kau sudahi tujuh puluh tujug […]
Puisi: Sebuah Pengakuan – Fitri Yani (l. 1986)
Fitri Yani (l. 1986)Sebuah Pengakuan benar, bahwa aku yang lebih dulu menggodamu di bawah pohonitu. sebab kau musafir kelaparan yang hampir mati berperangmelawan cuaca. dadamu berlubang, aku bisa melihat lorong […]
Puisi: Tentang Makna yang Kucatat – Susy Ayu (l. 1972)
Susy Ayu (l. 1972)Tentang Makna yang Kucatat Aku pernah berada di luar sejarahketika hidupku tak dimaknai sejenis tanaman merambatke arah mentari sesekali berbunga dan senang bersamamu,di taman ini aku mampu […]
Puisi: Secangkir Lumpur – Susy Ayu (l. 1972)
Susy Ayu (l. 1972)Secangkir Lumpur beratus ratus kilometer pencarianku setelah gaungdi dada-dada yang berlubang tangismembusuk di tiang-tiang rumahmengganjal katupan mataku sebab lelah sia-sia berteriaksejak empat tahun lalu tak ada yg […]
Puisi: Seperti Makassar, Kini Kuterenggut oleh Bisumu – Susy Ayu (l. 1972)
Susy Ayu (l. 1972)Seperti Makassar, Kini Kuterenggut oleh Bisumu di muara Jeneberang ku menunggusebelum kangen mengutukkumenjadi batu batu Sombaopu yang kau susununtuk tak bercakap denganku apa yang kau saksikan, kekasih?ketika […]
Puisi: Shanghai – Lukman Nyoto (1925 – hilang 1965)
Lukman Nyoto (1925 – hilang 1965)Shanghai Di ShanghaiSrigala pernah kuasaDi ShanghaiManusia kini kuasa Shanghai rumahPetualangpetualang laknat?Shanghai rumahProletariat!Selamattinggal papan di taman HuangpuTaman ini taman TiongkokAnjingpun boleh masukCuma imprealis yang tidak! Troli […]
