Oleh Hasan Aspahani Bagaimana kritik sastra, pengarang, dan masyarakat terhubung? Bagaimana sastra bisa kita kembangkan? Apa peran kritik dalam upaya itu? Beberapa waktu lalu saya membagikan ke beberapa orang guntingan […]
Author: Editor
Puisi: Ode untuk Para Penyair I – Malkan Junaidi
Malkan JunaidiOde untuk Para Penyair I binatang yang selalu berkelit dari lagu-lagu yang usangmembidikkan pandangan lapar akan wajah-wajah yang asingpada waktu yang menghela kereta-kereta sejarahnyameninggalkan jurang-jurang kenangan yang terpekurdi antara […]
Puisi: Midnight Blue – Iin Farliani (l. 1997)
Iin Farliani (l. 1997)Midnight Blue seseorang membetulkanletak yang salahpada rak bukubersama ingatan perihal kekasihyang tiba sekarat ia berbaring memunggungipemandangan di luaryang berlari di pintudan angin sakit merayulewat celah jendela sebuah […]
Puisi: Jualan Ibu – Iin Farliani (l. 1997)
Iin Farliani (l. 1997)Jualan Ibu ada ketidakpastian yang tak ingin disembuhkanjari-jari mengukur tinggi, lebar dan ketepatanpada setiap baju dan celana yang disidang“apakah kita jadi teman atau lawan?” aku terus dilahirkan […]
Puisi: Dialog Pecinta dan Perindu – Djoko Saryono (l. 1962)
Djoko Saryono (l. 1962)Dialog Pecinta dan Perindu Lihatlah cintaku, lihatlah, laut gelisahku telah menciptatarian badai, meliuk-liuk memburu kanal-kanal pantai:tempat dirimu santai, menanti pasang surut selepas senjaterkulai dan gelap terburai. Esok […]
Puisi: Pengakuan Prabangkara, 2 – Djoko Saryono (l. 1962)
Djoko Saryono (l. 1962)Pengakuan Prabangkara, 2 dalam gemetar nada disabot jagat rayadalam getar gemeretak suara dia berkata cuma tetesan tinta, bagindasungguh, hanya cairan isi penatiada sengaja luruh menimpatubuh sempurna isteri […]
Puisi: Pisau Lipat Sejarah – Djoko Saryono (l. 1962)
Djoko Saryono (l. 1962)Pisau Lipat Sejarah sejarah adalah pisau lipatserba guna dijajakan pengasongdi terminal dan bus bumel antarkotadengan atraksi penjaja tak terduga dan kau bisa terkesiapngeri, mengatupkan kelopak matakalau punya […]
Puisi: Potret Diri dengan Sebutir Apel – Halima Puti Djamari (l. 1980)
Halima Puti Djamari (l. 1980) Potret Diri dengan Sebutir Apel kau boleh menghabiskan biru untuk memanjangkanrambutku hingga ke bahu (dan bahkan melebatkannyaseperti gelombang) agar tertutup luka yang sudahmengendap di leher […]
Puisi: beatniks – Nuruddin Asyhadie (l. 1976)
Nuruddin Asyhadie (l. 1976) beatniks seperti anak-anak lain di negeri iniia dilahirkan lewat telinga “namaku karna, anak haram sang hidup. ibuku pelacur kuntibapakku dewa-dewa vasco de gama, jhon pieter coen, […]
