Nuruddin Asyhadie (l. 1976) titik hujan yang pertama titik hujan yang pertama. dan kitapun larut pada aspal, pohonan tua,wajah kota yang merana. entah, ini setasi keberapa. ruang-ruang dalampeta tak terbaca. […]
Author: Editor
Puisi: Sama Rasa dan Sama Rata – Mas Marco Kartodikromo (1890–1935)
Mas Marco Kartodikromo (1890–1935)Sama Rasa dan Sama Rata Syair inilah dari penjara,Waktu kami baru dihukumnya,Di Weltevreden tempat tinggalnya,Dua belas bulan punya lama, Ini bukan syair Indie Weerbaar,Syair mana yang bisa […]
Puisi: pk. 07.00 – Nuruddin Asyhadie (l. 1976)
Nuruddin Asyhadie (l. 1976)pk. 07.00 di dalam sajak kau gali maut dengan tanganmu sendiri, dengan jemariyang telah memperkosa ibumu, mencerabut zakar ayahmu.kau bilang itu kubur, padahal hanya dengkur. lalu kau […]
Puisi: sebelum tidur ia menghafal nama-nama – Nuruddin Asyhadie (l. 1976)
Nuruddin Asyhadie (l. 1976)sebelum tidur ia menghafal nama-nama sebelum tidur ia menghafal nama-nama nenek moyangyang oleh ibunya dituliskan di langit-langit kamar “untuk apakah semua ini ibu?” tanyanya suatu ketika perempuan […]
Puisi: Pastoral – Beni R. Budiman (1965-2002)
Beni R. Budiman (1965-2002)Pastoral Berdiri di Puntjak Pass menjelang pagiHasratku padamu bagai guguran kabutHanya sampai di pucuk-pucuk daun tehPerasaan hijau dan gemerlap embunHadir di bukit-bukit rindu hatiku –Fajar belum memulaskan […]
Puisi: Sepanjang Namamu – Beni R. Budiman (1965 – 2002)
Beni R Budiman (1965 – 2002)Sepanjang Namamu 1Belum lengkap kusebut namamu. SedangkanFajar telah lama mekar. Kabut pagi terusBeringsut. Dan burung-burung bersiut-siutDi antara reranting nangka milik tetangga 2Mestinya telah kupanggil namamu […]
Puisi: Korsel -Beni R Budiman (1965 – 2002)
Beni R Budiman (1965 – 2002)Korsel Bumi seperti tinggal sebesar korselBerputar di sebuah pesta pasar malamBergelombang di tengah tanah lapangDan kaki lima melingkar seperti ular Seperti gasing korsel pun mendesingDan […]
Puisi: Karnaval – Beni R. Budiman (1965-2002)
Beni R Budiman (1965-2002)Karnaval Dengan pakaian berwarna kita bergaya.Beriring dalam barisan bebek. Kita kembali sebagai anakPada karnaval hari-hari besar. Wajah bercahayaMulut penuh gula-gula. Hari-hari tinggal canda Siapa punya air mata? […]
Puisi: Musim Puisi – Malkan Junaidi
Malkan JunaidiMusim Puisi kata-kata,mengalir dari perbukitan,merembes lewat akar-akar pepohonan,membaca koreng bumi, menyimak kerongkong manusia,tak berhenti. kata-kata,runtuh dari semak-semak mendung,terjun tanpa payung dari bibir sebuah tebing,mengelap udara,memadamkan hutan api. kata-kata,bersekongkol memahat […]
