Abdul Hadi WM (1946-2024)Tuhan Kita Begitu Dekat Tuhan.Kita begitu dekat.Sebagai api dengan panas.Aku panas dalam apimu. Tuhan.Kita begitu dekat.Seperti kain dengan kapas.Aku kapas dalam kainmu. Tuhan.Kita begitu dekat.Seperti angin dengan […]
Author: Juru Baca
Yang Kembali Menjadi Kapas Tuhannya
PENYAIR Indonesia yang terdepan, selain menyumbangkan puisi-puisi yang memperkaya dan menambah keberagaman gaya ucap dan pendekatan atas tema, selalu memberi jejak berupa pemikiran tentang bahasa. Bahasa Indonesia, bagi para penyair […]
Puisi: abstraksi burung-burung – Nanoq da Kansas (l. 1965)
Nanoq da Kansasabstraksi burung-burung : untuk pelukis om frans nadjira … bagaimana jika kudarahkan sajakanvas ini? – ujar seorang pelukis padasang kolektor. aku susah sekali menggerakkantangan. walau untuk sekedar menarik […]
Puisi: Kartu Ucapan Selamat Hilang Tahun – Andre Septiawan (l. 1995)
Andre Septiawan (l. 1995)Kartu Ucapan Selamat Hilang Tahun Kau bilang kau anak segala bangsaBertukar warna serupa bunglon adalah perkara jentik jari semataKlik! Duduk kau di Lapo tuak Halak Batak,mengakunya kau […]
Puisi: sajak cinta kepada ika – Nanoq da Kansas (l. 1965)
Nanoq da Kansassajak cinta kepada ika sekali waktu kuingin tubuhmulebih sempurna dari yang dapat kusentuhhingga dapat kubayangkan tuhanmelingkarkan lengan ajaibnya bagi nasibku: seorang pemabuk tanpa kartu pengenalyang merindukan kebun anggurmenjadi […]
Puisi: Kolase Waktu – Nanoq da Kansas (l. 1965)
Nanoq da Kansaskolase waktu : pelukis made budhiana kanvas yang dijahit anak-anak, akankahsempurna menyerap cahaya? Betapa dinginperjalanan sekarang. Sampah-sampahyang kutambalkan di dinding tak cukup menghentikanrembesan nanah. Ruang di mana-mana membusukmawar […]
Puisi: Cintanya Jauh di Pulau 4.0 – Andre Septiawan (l. 1995)
Andre Septiawan (l. 1995)Cintanya Jauh di Pulau 4.0 – Chairil Anwar Cintanya […]
Puisi: Insomnia – Ama Achmad (l. 1981)
Ama Achamd (l. 1981)Insomnia Selalu ada yang tiba-tiba mengecup keningkudan mengusir malam menjauh dari sana. Sepi yang pekat menggarami kepalaku dengan ingatan-ingatanyang hanya bisa kujenguk sembari tersedu. Alas tidurku tak […]
Puisi: Orang-Orang di Meja 19 – Ama Achmad (l. 1981)
Ama Achmad (l. 1981)Orang-Orang di Meja 19 Mereka duduk mengelilingi diam.melingkari pertanyaan-pertanyaanyang tak memiliki jawaban atau pun bunyi. Udara terbuat dari campuran masa laludan banyak kelak. Mereka berpura-purabahagia dengan mengingat […]
