• Mata Puisi
  • Vlog Juru Baca
  • Arsip Horison 1966 – 1990
Antologi Hari Puisi

Menu

Skip to content
  • Beranda
    • Esai
    • Buku
    • Puisi
    • Penyair
    • Wawancara
  • Antologi Tumbuh
  • Situs Bagus
  • Daftar (sementara) Penyair

Puisi

Puisi: Tengah – Tia Ragat (l. 1999)

Posted on 12 Desember 202412 Desember 2024 by Editor

Tia Ragat (l. 1999)Tengah di kamarku hanya ada sisa kayudan jaring laba-laba dan lemari lusuhdan gantungan baju yang bersulih jadi mimpi-mimpi sepiadan kolong tempat tidur menjelma hati sepikasur menyamar jadi […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, tia ragat Leave a comment

Puisi: Kayu Bakar Terlalu Basah – Ng. Lilis Suryani (l. 1996)

Posted on 12 Desember 202412 Desember 2024 by Editor

Ng. Lilis Suryani (l. 1996)Kayu Bakar Terlalu Basah Apa yang kau ingat dari kotak korek api yang aku kirimkan padamu tempo hari?Gambar burung perenjak di sekeliling gemintang tengadah seolah mencari […]

Posted in Puisi Tagged ng. lilis suryani, Puisi Leave a comment

Puisi: Di Lampu Merah, Saya Teringat Rumah – Nissa Rengganis (l. 1988)

Posted on 4 Desember 202413 Desember 2024 by Editor

Nissa Rengganis (l. 1988)Di Lampu Merah, Saya Teringat Rumah Di lampu merah, puisi bertanya kepada puisiDi lampu merah, anak punk bernyanyiDi lampu merah, loper koran menjual berita basiDi lampu merah, […]

Posted in Puisi Tagged Nissa Rengganis, Puisi Leave a comment

Puisi: Mei dan Kota-kota di Dalamnya – Tia Ragat (l. 1999)

Posted on 1 Desember 202412 Desember 2024 by Editor

Tia Ragat (l. 1999)Mei dan Kota-kota di Dalamnya kita tidak pernah becus menyambut Mei dengan hangatpenggusuran di tiap lekukan dadanyaatau menguntai cacing-cacing kecil di anusnyakita benar-benar fokus pada remeh-temeh itu,tanpa […]

Posted in Puisi Tagged Puisi, tia ragat Leave a comment

Puisi: Calon Suamiku – Aya Canina (l. 1995)

Posted on 5 Juli 20245 Juli 2024 by Editor

Calon SuamikuAya Canina (1995) Di kampung ini perempuan menutup pintu rumahnya sebelum jam sepuluhTapi kau boleh ikut dengan akuBerkerudung, bertamasya, berdikariDi meja perjamuan para laki-laki.Jangan tanya jika besok aku pergi […]

Posted in Puisi Tagged aya canina, Puisi Leave a comment

Puisi: Hujan Cuma Sebentar – Aya Canina (l. 1995)

Posted on 5 Juli 20245 Juli 2024 by Editor

Hujan Cuma Sebentar Aya Canina (1995) hujan cuma sebentar kita tidak bisa lagi menahan prokrastinasidi kafe jelek ini     (aku selalu memakai “kita”     sebab saya aslinya dua orang) —pergi ke […]

Posted in Puisi Tagged aya canina, Puisi Leave a comment

Puisi: Tuhan Kita Begitu Dekat – Abdul Hadi WM (1946-2024)

Posted on 19 Januari 202419 Januari 2024 by Juru Baca

Abdul Hadi WM (1946-2024)Tuhan Kita Begitu Dekat Tuhan.Kita begitu dekat.Sebagai api dengan panas.Aku panas dalam apimu. Tuhan.Kita begitu dekat.Seperti kain dengan kapas.Aku kapas dalam kainmu. Tuhan.Kita begitu dekat.Seperti angin dengan […]

Posted in Puisi Tagged Abdul Hadi WM, Puisi Leave a comment

Puisi: abstraksi burung-burung – Nanoq da Kansas (l. 1965)

Posted on 26 Desember 202326 Desember 2023 by Juru Baca

Nanoq da Kansasabstraksi burung-burung : untuk pelukis om frans nadjira … bagaimana jika kudarahkan sajakanvas ini? – ujar seorang pelukis padasang kolektor. aku susah sekali menggerakkantangan. walau untuk sekedar menarik […]

Posted in Puisi Tagged Nanoq da Kansas, Puisi Leave a comment

Puisi: menempuh waktu – Nanoq da Kansas (l. 1965)

Posted on 26 Desember 202326 Desember 2023 by Editor

Nanoq da Kansasmenempuh waktu ketika usia jadi ruang tunggu senyap nan kakuwaktu tak pastiperasaan tak menjanjikan apa-apa: aku terlempar lagi dalam kerinduan padamu duniaseperti cermin tua tak jernih lagidan patah-patahtiba-tiba […]

Posted in Puisi Tagged Nanoq da Kansas, Puisi Leave a comment

Posts navigation

← Older posts
Newer posts →

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Arsip

RSS Antologi Hari Puisi

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA
  • Esai: Tugas Seorang Penyair – Hasan Aspahani
  • Esai: Perahu sebagai Tamsil Tubuh, dari Fansuri hingga Rengganis
  • Puisi: Ngagel – Mardi Luhung (l. 1965)

Tag

Abdul Hadi WM Acep Zamzam Noor Agam Wispi Agenda Amir Hamzah Anekdot Avianti Armand Ayatrohaedi Badruddin Emce bukhari aljauhari Chairil Anwar Dami N. Toda Djajanto Supra Doddi Ahmad Fauji D Zawawi Imron Esai Frans Nadjira Goenawan Mohamad H. Amang Rahman Jubair Hasan Aspahani Hasif Amini HPI2017 HR. Bandaharo J.E. Tatengkeng Korrie Layun Rampan Mawie Ananta Jonie Mh. Rustandi Kartakusuma Muhammad Yamin Nina Minareli Penyair Pranita Dewi Puisi Putu Vivi Lestari Rendra Rida K. Liamsi Rivai Apin Saini KM Sapardi Djoko Damono setia naka andrian Subagio Sastrowardoyo Sutardji Calzoum Bachri Tjak S. Parlan Toeti Heraty Trisno Sumardjo Wiji Thukul

Hari Puisi | Antologi Puisi Indonesia

Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu. Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat - "Catetan Th. 1946" - Chairil Anwar

Tulisan Terbaru

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika

Kontak Kerjasama

jurubaca@gmail.com (Email)

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Telusuri Isi

Arsip

Antologi Tumbuh

Situs ini berupaya memuat puisi Indonesia dari titik awal sejauh yang bisa kami telusuri, hingga ke titik paling mutakhir di mana kami yakin puisi tersebut telah atau akan meninggalkan jejak yang  mewakili perkembangan dan pencapaian serta memberi sumbangan yang memperkaya cara ucap dan tema dalam puisi kita.

Sejak 2016 | Dikelola oleh Hasan Aspahani