Trisno Sumardjo (1916-1969) Pinggir Sawah Kalau kita lintasi jalan yang lengang Di mana batang bambu melunglai lemah Bagai tanglung alam mengulur salam, Kita dengarkan sambil melenggang lalu Lenguh lembu di […]
Puisi
Puisi: Cintaku Tumbuh dengan Lambat – Trisno Sumardjo (1916-1969)
Trisno Sumardjo (1916-1969) Cintaku Tumbuh dengan Lambat Cintaku tumbuh dengan lambat tapi bila sudah berakar, dia menetap Rinduku tumbuh dengan lambat, tapi bila sudah turun, dia mengendap Matahari timbul dengan […]
Puisi: Kosong – Cyntha Hariadi
Cyntha Hariadi Kosong Ambil pena tulis apa saja yang ada di otakmu atau yang tak ada Aku pilih yang tak ada karena aku tahu sebenarnya ada. Aku coba mengingat, memiringkan […]
Puisi: Layar Lebar – Cyntha Hariadi
Cyntha Hariadi Layar Lebar Lihat sendok ini Sayang berenang seperti kecubung ke arahmu Lihat kuali ini melindungimu dari serangan senjata musuh Lihat kolong meja ini persembunyian kita dari binatang buas […]
Puisi: Jarak – Cyntha Hariadi
Cyntha Hariadi Jarak Ingat ayah mengambil dayung dan mendorong sampan, ibu membuka kancing dan menetekimu? Ingat ayah memangkas ladang untuk rumah baru kita, ibu menggendong sapai kau tertidur? Ingat ayah […]
Puisi: Pelabuhan – Husain Landitjing (l. 1938)
Husain Landitjing (l. 1938) Pelabuhan mengapa tinggal tubuh kapal yang membatu di sini, sementara — kuli kuli berdaki bergerak bersama laut riuh disibuki sejuta kerja serta panas siang yang dilupakan […]
Puisi: Perempuan – Siti Nuraini (l. 1930)
Siti Nuraini (l. 1930) Perempuan Perempuan lena mematah-matahkan seranting kering, bersandar di jendela tinggi empat persegi, rahasia kejauhan di luar memanggil, di hatinya hingga rasa ganjil Jiwanya mesra, danau terbuka […]
Puisi: Pencarian – Siti Nuraini (l. 1930)
Siti Nuraini (l. 1930) Pencarian Karena Godot tak datang sungkan berpesan alamat tiada kemungkinan seribu satu; bagai pengembara jahudi kuriling bepergian negeri mana ditakdir kediamanku. Juni 1968 Sumber: Sastra No. […]
Puisi: Transit – Siti Nuraini (l. 1930)
Siti Nuraini (l. 1930) Transit Ruang berisi kaca. Teguk minuman timangan mata mengajuk jawaban masa datang. Peristiwa improvisasi tanpa rangka, tersendiri saat mulus sempurna; cagar sementara. Apa manfaat mekar dan […]
