Royyan Julian (l. 1989) Penyembah Misteri Di sejengkal permukaan danau tenang, gravitasi patah. Kawanan burung melintas tanpa takut terjatuh ke dalamnya; cermin yang memantulkan bayanganmu. Di sela-sela pohon pinus, petang […]
Puisi
Puisi: Catatan Justus – Boy Riza Utama (l. 1993)
Boy Riza Utama (l. 1993) Catatan Justus Barangkali Justus akan mencatat Menit awal dari eksekusi terakhir Di Stadhuisplein itu begini, ”Apa yang tak terekam oleh mata, tapi Tercatat oleh tinta […]
Puisi: Menghadiri Pengajian Rumi – Nezar Patria (l. 1970)
Nezar Patria (l. 1970) Menghadiri Pengajian Rumi Alif. Pada Alif aku belajar segala awal menuju Ya. Dia muncul suka-suka dari balik kitab, lalu mengabarkan sebelum ada cahaya, semesta adalah setangkup […]
Puisi: Di Video Game – Nezar Patria (l. 1970)
Nezar Patria (l. 1970) Di Video Game Akan tentukan siapa pecundang dari kelebat seribu watak palsu, para penjahat, atau pahlawan baru. Pada konsol ada tombol ragu: pembajak berhati salju, atau […]
Puisi: Bermain Monopoli – Nezar Patria (l. 1970)
Nezar Patria (l. 1970) Bermain Monopoli Lemparlah dadu itu dan grafik merangkak cemas antara kehilanganmu dan hasrat yang bengkak Dibenam kertas saham lihat betapa gairah itu terekam di meja kasir […]
Puisi: Di Suriah – Nezar Patria (l. 1970)
Nezar Patria (l. 1970) Di Suriah Di Suriah, ia melihat langit menganga pada leher lelaki itu. Ada mata pisau. Terpejam menunggu sebuah sayatan rindu. Atau mungkin dendam. Ia tak meronta. […]
Puisi: Pengantin Kampung Laut – Badruddin Emce (l. 1962)
Badruddin Emce (l. 1962) Pengantin Kampung Laut Hidup kalian penuh air. Jalan darat ke kota berbelit lewat utara seperti birokrasi kantor! Suatu pagi, ditemani segelas kopi manis hangat, Rempeyek kacang […]
Puisi: Debur Nusakambangan – Badruddin Emce (l. 1962)
Badruddin Emce (l. 1962) Debur Nusakambangan Angin mengacak yang mapan dan tidak kunjung hinggap. Juga engkau, yang aku berusaha bungkam atau hanya sedia membaca catatan pekatmu jika telah digubah […]
Puisi: Peron Para Pedagang – Badruddin Emce (l. 1962)
Badruddin Emce (l. 1962) Peron Para Pedagang bagi S. Ratman Suras Saat itu mentari masih suka sentuhkan hangat murni tujuh pagi! Lepaskan sorak lonjak, jika kereta yang ditunggu di […]
