• Mata Puisi
  • Vlog Juru Baca
  • Arsip Horison 1966 – 1990
Antologi Hari Puisi

Menu

Skip to content
  • Beranda
    • Esai
    • Buku
    • Puisi
    • Penyair
    • Wawancara
  • Antologi Tumbuh
  • Situs Bagus
  • Daftar (sementara) Penyair

Puisi

Puisi: Kartu Ucapan Selamat Hilang Tahun – Andre Septiawan (l. 1995)

Posted on 26 Desember 202326 Desember 2023 by Juru Baca

Andre Septiawan (l. 1995)Kartu Ucapan Selamat Hilang Tahun Kau bilang kau anak segala bangsaBertukar warna serupa bunglon adalah perkara jentik jari semataKlik! Duduk kau di Lapo tuak Halak Batak,mengakunya kau […]

Posted in Puisi Tagged Andre Septiawan, Puisi Leave a comment

Puisi: sajak cinta kepada ika – Nanoq da Kansas (l. 1965)

Posted on 26 Desember 202326 Desember 2023 by Juru Baca

Nanoq da Kansassajak cinta kepada ika sekali waktu kuingin tubuhmulebih sempurna dari yang dapat kusentuhhingga dapat kubayangkan tuhanmelingkarkan lengan ajaibnya bagi nasibku: seorang pemabuk tanpa kartu pengenalyang merindukan kebun anggurmenjadi […]

Posted in Puisi Tagged Nanoq da Kansas, Puisi Leave a comment

Puisi: Kolase Waktu – Nanoq da Kansas (l. 1965)

Posted on 26 Desember 202326 Desember 2023 by Juru Baca

Nanoq da Kansaskolase waktu : pelukis made budhiana kanvas yang dijahit anak-anak, akankahsempurna menyerap cahaya? Betapa dinginperjalanan sekarang. Sampah-sampahyang kutambalkan di dinding tak cukup menghentikanrembesan nanah. Ruang di mana-mana membusukmawar […]

Posted in Puisi Tagged Nanoq da Kansas, Puisi Leave a comment

Puisi: Cintanya Jauh di Pulau 4.0 – Andre Septiawan (l. 1995)

Posted on 26 Desember 202326 Desember 2023 by Juru Baca

Andre Septiawan (l. 1995)Cintanya Jauh di Pulau 4.0                                     – Chairil Anwar Cintanya […]

Posted in Puisi Tagged Andre Setiawan, Puisi Leave a comment

Puisi: Insomnia – Ama Achmad (l. 1981)

Posted on 24 Desember 202324 Desember 2023 by Juru Baca

Ama Achamd (l. 1981)Insomnia Selalu ada yang tiba-tiba mengecup keningkudan mengusir malam menjauh dari sana. Sepi yang pekat menggarami kepalaku dengan ingatan-ingatanyang hanya bisa kujenguk sembari tersedu. Alas tidurku tak […]

Posted in Puisi Tagged Ama Achmad, Puisi Leave a comment

Puisi: Orang-Orang di Meja 19 – Ama Achmad (l. 1981)

Posted on 24 Desember 202324 Desember 2023 by Juru Baca

Ama Achmad (l. 1981)Orang-Orang di Meja 19 Mereka duduk mengelilingi diam.melingkari pertanyaan-pertanyaanyang tak memiliki jawaban atau pun bunyi. Udara terbuat dari campuran masa laludan banyak kelak. Mereka berpura-purabahagia dengan mengingat […]

Posted in Puisi Tagged Ama Achmad, Puisi Leave a comment

Puisi: Kabar dari Teluk – Ama Achmad (l. 1981)

Posted on 24 Desember 202324 Desember 2023 by Juru Baca

Ama Achmad (l. 1981)Kabar dari Teluk Kabar buruk datang dari bukit.Angin tipis menyampaikan lewat celah jendela,lubing kunci, ketuk samar di pintu sertatelinga yang tetap terjaga. Suara-suara ramai.Bunyi-bunyi menggaduh.Jerit memanjang dari […]

Posted in Puisi Tagged Ama Achmad, Puisi Leave a comment

Puisi: Keterampilan Membaca Laut – Ama Achmad (l. 1981)

Posted on 24 Desember 202324 Desember 2023 by Juru Baca

Ama Achmad (l. 1981)Keterampilan Membaca Laut Semuanya dimulai dengan pertanyaan ini:dari mana warna biru itu?Pertanyaan ini kutanyakan pada laut,gorden jendelamu dan kapal kayu yang tertambat di dermaga. Laut adalah kata […]

Posted in Puisi Tagged Ama Achmad, Puisi Leave a comment

Puisi: Pasar Malam – Anugrah Prasetya (l. 1999)

Posted on 18 Desember 202318 Desember 2023 by Juru Baca

Anugrah Prasetya (l. 1999)Pasar Malam I semenjak hidup adalah bianglala, kitatak pernah bertengkar perihal siapayang di atas siapa yang di bawahsebab bibir menjelma permen kapasyang kita emut dengan gembira II […]

Posted in Puisi Tagged Anugrah Prasetya, Puisi Leave a comment

Posts navigation

← Older posts
Newer posts →

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Arsip

RSS Antologi Hari Puisi

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika
  • Puisi: Apakah Air Mata Seorang Asing Cuma Air yang Mengalir Membasahi Pipi Mereka Begitu Saja? – Moch Aldy MA
  • Esai: Tugas Seorang Penyair – Hasan Aspahani
  • Esai: Perahu sebagai Tamsil Tubuh, dari Fansuri hingga Rengganis
  • Puisi: Ngagel – Mardi Luhung (l. 1965)

Tag

Abdul Hadi WM Acep Zamzam Noor Agam Wispi Agenda Amir Hamzah Anekdot Avianti Armand Ayatrohaedi Badruddin Emce bukhari aljauhari Chairil Anwar Dami N. Toda Djajanto Supra Doddi Ahmad Fauji D Zawawi Imron Esai Frans Nadjira Goenawan Mohamad H. Amang Rahman Jubair Hasan Aspahani Hasif Amini HPI2017 HR. Bandaharo J.E. Tatengkeng Korrie Layun Rampan Mawie Ananta Jonie Mh. Rustandi Kartakusuma Muhammad Yamin Nina Minareli Penyair Pranita Dewi Puisi Putu Vivi Lestari Rendra Rida K. Liamsi Rivai Apin Saini KM Sapardi Djoko Damono setia naka andrian Subagio Sastrowardoyo Sutardji Calzoum Bachri Tjak S. Parlan Toeti Heraty Trisno Sumardjo Wiji Thukul

Hari Puisi | Antologi Puisi Indonesia

Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu. Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat - "Catetan Th. 1946" - Chairil Anwar

Tulisan Terbaru

  • Puisi: Lawen Legespun – Junewal Muchtar (1956-2015)
  • Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia 26 Juli
  • Esai: Apa yang Dibaca Chairil?
  • Puisi yang Bagus (2): Yang Mengantar pada Kematangan
  • Puisi yang Bagus (1): Kemahiran Menggunakan Perangkat Puitika

Kontak Kerjasama

jurubaca@gmail.com (Email)

Kategori

  • Agenda (14)
  • Anekdot (10)
  • Apresiasi (1)
  • Buku (10)
  • Dari Kami (7)
  • Esai (136)
  • Lokomoteks (2)
  • Majas (2)
  • Penyair (13)
  • Puisi (2,026)
  • Puitika (3)
  • Wawancara (2)

Telusuri Isi

Arsip

Antologi Tumbuh

Situs ini berupaya memuat puisi Indonesia dari titik awal sejauh yang bisa kami telusuri, hingga ke titik paling mutakhir di mana kami yakin puisi tersebut telah atau akan meninggalkan jejak yang  mewakili perkembangan dan pencapaian serta memberi sumbangan yang memperkaya cara ucap dan tema dalam puisi kita.

Sejak 2016 | Dikelola oleh Hasan Aspahani