Wing Kardjo Wangsaatmadja (1937-2002) 1. Aku makan waktu. Aku makan mimpi, aku makan nasi lauk-pauk basi. Minum racun buah-buahan busuk yang disisihkan Adam dan Hawa di sisi senja, Kala Tuhan […]
Puisi
Puisi: Pernyataan – Toto Sudarto Bachtiar (1929-2007)
Toto Sudarto Bachtiar (1929-2007) kepada C.A. Aku makin menjauh Dari tempatmu berkata kesekian kali Laut-laut makin terbuka Di bawah langit remaja biru pengap melanda Apakah cinta tinggal cinta, kuyup Tanpa […]
Puisi: Ibukota Senja – Toto Sudarto Bachtiar (1929-2007)
Toto Sudarto Bachtiar (1929-2007) Penghidupan sehari-hari, kehidupan sehari-hari Antara kuli-kuli berdaki dan perempuan telanjang mandi Di sungai kesayangan, o, kota kekasih Klakson oto dan lonceng trem saing-menyaingi Udara menekan berat […]
Puisi: Ali Baba – Subagio Sastrowardoyo (1924-1995)
Subagio Sastrowardoyo (1924-1995) Kata-kata sajak ini: uang panas yang kucuri dari gua penuh emas tercecer dari tangan seribu jari yang mendekap ke dada deras berdebar sambil berlari sebelum raksasa Penjaga […]
Puisi: Nyanyian untuk yang Dilupakan – Ramadhan KH (1927-2006)
Ramadhan KH (1927-2006) Tuhan yang menciptakan seni dan bumi, air dan udara dan api menciptakan semua kita yang ada, selalu hormat dan cinta padamu. Langit dan dedaunan gemelepar, bulan danbintang […]
Puisi: Pembakaran – Ramadhan KH (1927-2006)
Ramadhan KH (1927-2006) 1 Pacar! Coklat matamu subur, Coklat darah tanah Cianjur. Tapi pacar! Yang meneteskan air hujan di bawah alismu hitam, hanya kedua molek tanganmu dan aku dengan mesra […]
Puisi: inilah tabikku yang ditangkap senyap – Taufik Ikram Jamil
Taufik Ikram Jamil engkau begitu saja bercakap-cakap denganku dalam delapanpuluh empat bahasa yang girang huruf-huruf segera melantunkan dendang irama yang dipinang kalbu dibiarkan sunyi tak alang kepalang berdepan dengan berbagai […]
Puisi: Larut Malam, Hamburg Musim Panas – Abdul Hadi WM
Abdul Hadi WM Laut tidur. Langit basah Seakan dalam kolam awan berenang Pada siapakah menyanyi gerimis malam ini Dan angin masih saja berembus, walau sendiri Dan kita hampir jauh berjalan: […]
Puisi: Amsal Seekor Kucing – Abdul Hadi WM
Abdul Hadi WM Selalu tak dapat kulihat kau dengan jelas padahal aku tidak rabun dan kau tidak pula bercadar Hanya setiap hal memang harus diwajarkan bagai semula: Selera makan, gerak […]
