Asrul Sani (1927-2004) Semalam aku telah bercinta pula, Kepada engkau yang datang dengan kereta senja Dan pulang berkereta pagi, Serta aku ingat bagaimana aku pulang Seperti pelancung larut yang puas […]
Puisi
Puisi: Elegi – Rivai Apin (1927-1995)
Rivai Apin (1927-1995) Apa yang bisa kami rasakan, tapi tak usah kami ucapkan Apa yang bisa kami pikirkan, tapi tak usah kami katakan Janganlah kau bersedih dan mari kami […]
Puisi: Sebagai Kenangan kepada Amir Hamzah, Penyair yang Terbunuh – Asrul Sani (1927-2004)
Asrul Sani (2007-2004) Ciumlah pinggir kejauhan tangan terkulai karena revolusi! Tinggalkanlah ribaan bunda dan mari kita iringkan desir air di pasir nikmati tokoh perawan dan gadis penari! Kembangkan layar! Pelaut […]
Puisi: Sebab Dikau – Amir Hamzah
Amir Hamzah (1911-1946) Kasihkan hidup sebab dikau segala kuntum mengoyak kepak membunga cinta dalam hatiku mewangi sari dalam jantungku Hidup seperti mimpi laku lakon di layar terkelar aku pemimpi lagi […]
Puisi: Telur Mata Sapi – Nirwan Dewanto
Nirwan Dewanto —untuk Sigmar Polke Hanya mata yang sudah menamatkan Biru samudra mampu menimbang Cangkang letih menggeletar ini. Hanya jari yang pernah bersengketa Dengan merah darah lancar meniti Lengkung seperti […]
Puisi: Aku Berada Kembali – Chairil Anwar (1922-1949)
Chairil Anwar (1922-1949) Aku berada kembali. Banyak yang asing: air mengalir tukar warna, kapal-kapal, elang-elang serta mega yang tersandar pada khatulistiwa lain; rasa laut telah berubah dan kupunya wajah juga […]
Puisi: Berjalan ke Barat di Waktu Pagi Hari – Sapardi Djoko Damono
Sapardi Djoko Damono waktu aku berjalan ke barat di waktu pagi matahari mengikutiku di belakang aku berjalan mengikuti bayang-bayangku sendiri yang memanjang di depan aku dan matahari tidak bertengkar […]
Puisi: Sajak Seonggok Jagung – Rendra (1935-2009)
Rendra (1935-2009) Seonggok jagung di kamar dan seorang pemuda yang kurang sekolahan. Memandang jagung itu, sang pemuda melihat ladang; ia melihat petani; ia melihat panen; dan suatu hari subuh, para […]
Puisi: Doa Seorang Serdadu Sebelum Berperang – Rendra (1935-2009)
Rendra (1935-2009) Tuhanku, WajahMu membayang di kota terbakar dan firmanMu terguris di atas ribuan kuburan yang dangkal Anak menangis kehilangan bapa Tanah sepi kehilangan lelakinya Bukannya benih yang disebar di […]
