Nanang Suryadi (l. 1973)Biar! tak kau ingat lampu-lampu yang menyihir kita menjadi orang yang mentertawakan dunia. tak kau ingat keringat meleleh di langkah kaki, di punggung, kening, menantang matahari! menunggingkan […]
Puisi
Puisi: Dalam Sajak -Nanang Suryadi (l. 1973)
Nanang Suryadi (l. 1973)Dalam Sajak 1.Terasa kabut menyaput lembut, seperti engkau dengan harum gerai rambut Demikian kata di jemari teraba sehalus lumut. Namun kau katakan tidak Karena merasa jantung keras […]
Puisi: Narasi Orang Bosan – Nanang Suryadi (l.1973)
Nanang Suryadi (l.1973) Narasi Orang Bosan aku menjadi orang yang bosan dan mulai menjadi membenci diri sendiri udara pengap tiktak jemari pada keyboard yang lesu wajahmu yang pudar jam […]
Puisi: Epilog – Nanang Suryadi (l. 1973)
Nanang Suryadi (l. 1973)Epilog Sempurnalah sempurna segala inginDi ambang surup matahari mendingin Segala senja telah kau beri tandaDi padang-padang buru di tebing-tebing cuaca Telah disemayamkan segala kelakarTerbakar bersama belukar julai […]
Puisi: Suburbia – T.S. Pinang (l. 1971)
T.S. Pinang (l. 1971) Suburbia jantung kota kami telah meledak, melesak hingga ke ujung-ujungjemarinya. di ujung-ujung jemari kota kami itu kami menjilati remahremahdi pinggir piring-piring makan kami. berserak, bersebaran kemana-mana, […]
Puisi: Puisi dari Warnet Bernama Dini Hari – T.S. Pinang (l. 1971)
T.S. Pinang (l. 1971)Puisi dari Warnet Bernama Dini Hari (aku dengar nirvana bersama bob marley berdebat dengan guns ‘n roses tentang siapa lebih hebat: beatles atau sheila on 7) dan […]
